Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Kolagen Kian Populer, Benarkah Bermanfaat atau Cuma Tren

Mistar.idSelasa, 31 Maret 2026 pukul 05.30 WIB
kolagen_kian_populer_benarkah_bermanfaat_atau_cuma_tren

Ilustrasi. (Foto: Halodoc)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Tren konsumsi kolagen kian meningkat dalam beberapa waktu terakhir, ditandai dengan maraknya produk suplemen kesehatan dan kecantikan yang beredar di pasaran. Tak hanya dalam bentuk suplemen, kolagen kini juga hadir dalam berbagai produk kuliner seperti minuman kolagen, dessert, hingga kaldu tulang.

Kolagen merupakan protein alami yang diproduksi tubuh dan berperan penting dalam menjaga struktur serta elastisitas kulit, sekaligus mendukung kekuatan jaringan tubuh. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh diketahui mengalami penurunan.

Selain faktor usia, paparan sinar matahari, pola makan, dan gaya hidup juga dapat mempercepat berkurangnya kolagen. Kondisi ini mendorong banyak orang beralih mengonsumsi suplemen kolagen.

Melansir WebMD, kolagen memiliki sejumlah fungsi, antara lain menjaga kekencangan dan kelembapan kulit, mendukung kesehatan sendi dan tulang, membantu pembentukan otot, mempercepat penyembuhan luka, serta melindungi organ tubuh.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi suplemen kolagen dapat memberikan manfaat tertentu. Mengutip Independent UK, rangkuman 16 studi dengan hampir 8.000 partisipan menunjukkan hasil yang cenderung positif, meski belum sepenuhnya konsisten.

Secara umum, konsumsi kolagen dikaitkan dengan peningkatan elastisitas dan hidrasi kulit, pengurangan nyeri sendi terutama pada penderita osteoartritis, serta dukungan terhadap kesehatan otot. Namun, efek tersebut tidak terjadi secara instan dan membutuhkan konsumsi rutin dalam jangka waktu tertentu.

Di sisi lain, hasil penelitian juga menunjukkan variasi. Beberapa studi terbaru mencatat peningkatan hidrasi kulit yang lebih signifikan, namun efek terhadap elastisitas dinilai lebih rendah. Hal ini menandakan riset terkait kolagen masih terus berkembang.

Efektivitas kolagen juga dipengaruhi oleh jenis dan bentuknya. Dalam suplemen, kolagen umumnya berbentuk hydrolysed collagen atau peptida kolagen yang telah dipecah menjadi ukuran lebih kecil agar lebih mudah diserap tubuh. Sementara itu, kolagen dari makanan biasa belum tentu memiliki tingkat penyerapan yang sama.

Selain itu, sumber kolagen yang digunakan dalam produk juga beragam, mulai dari hewan seperti sapi, ayam, dan babi, hingga sumber laut seperti ikan, ubur-ubur, dan kerang. Terdapat pula alternatif berbasis tumbuhan yang dikenal sebagai vegan collagen booster.

Perbedaan sumber dan proses pengolahan ini membuat kualitas serta efektivitas produk kolagen bervariasi. Tidak hanya itu, gaya hidup seperti paparan sinar matahari, kebiasaan merokok, kualitas tidur, dan pola makan juga turut memengaruhi hasil yang diperoleh setiap individu.

Di Indonesia, tren kolagen juga merambah sektor kuliner. Sejumlah kafe dan brand mulai menghadirkan menu berbasis kolagen yang diklaim bermanfaat bagi kesehatan kulit.

Meski demikian, para ahli menekankan bukti ilmiah terkait manfaat kolagen masih memiliki keterbatasan. Sejumlah studi dinilai memiliki kualitas yang beragam dengan jumlah partisipan terbatas, sehingga manfaat jangka panjangnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN