Kasus Malaria Asahan 2025 Melonjak Jadi 2.431, Tanjungbalai Tertinggi

Ilustrasi gigitan nyamuk malaria. (foto: Freepik / Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Kasus malaria di Kabupaten Asahan menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data yang dihimpun MISTAR, Kamis (23/4/2026), dari laman resmi Pemkab Asahan, Asahan Satu Data, total kasus tercatat mencapai 2.431, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 1.478 kasus.
Dari total tersebut, sebanyak 1.513 kasus dialami laki-laki, sementara 918 kasus lainnya dialami perempuan. Lonjakan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat malaria masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
“Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kecamatan Tanjungbalai menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 516 kasus. Disusul Kecamatan Kisaran Timur dengan 359 kasus, Kisaran Barat 185 kasus, serta Air Joman sebanyak 69 kasus,” demikian keterangan dalam laman tersebut.
Di sisi lain, terdapat kecamatan yang tidak mencatatkan kasus malaria sepanjang tahun 2025, yakni Kecamatan Aek Ledong dan Aek Songsongan.
Pemerintah Kabupaten Asahan terus mengintensifkan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian malaria. Langkah yang dilakukan antara lain melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan kelambu saat tidur, serta pemberantasan sarang nyamuk.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memperkuat deteksi dini dan penanganan kasus melalui fasilitas layanan kesehatan, termasuk penyediaan obat serta pemeriksaan gratis bagi warga yang berisiko.












