BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Quick Wins untuk Tingkatkan Layanan JKN 2026

BPJS Kesehatan meluncurkan 8 Program Quick Wins (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kebutuhan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan layanan yang cepat dan solutif ketika menghadapi kendala di lapangan menjadi perhatian serius jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2026–2031. Sebagai bentuk komitmen, BPJS Kesehatan meluncurkan 8 Program Quick Wins yang ditargetkan selesai dalam 100 hari kerja pertama kepengurusan baru.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa program Quick Wins ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 4 program berfokus pada peserta (Customer Centric) dan 4 program berbasis kolaborasi (Collaborative). Program Customer Centric dirancang berdasarkan aspirasi masyarakat agar layanan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan solutif ketika peserta mengalami kendala, baik dalam layanan administrasi maupun kesehatan. Sementara itu, program Collaborative bertujuan memperluas jangkauan layanan melalui kerja sama lintas sektor.
Empat program Customer Centric tersebut meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Prolanis Muda, serta Eliminasi Inefisiensi. Program Respons Cepat Solutif difokuskan untuk mempercepat penanganan keluhan peserta sekaligus memperluas akses komunikasi hingga wilayah pedesaan.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga menegaskan dukungannya terhadap agenda penguatan sumber daya manusia melalui sektor kesehatan, yang sejalan dengan visi pembangunan nasional. Program JKN dinilai telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak agar kualitas layanan terus meningkat.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan bahwa salah satu inovasi dalam program ini adalah pengembangan layanan administrasi melalui WhatsApp PANDAWA yang kini dapat diakses 24 jam. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia pada jam kerja, namun kini masyarakat bisa mengaksesnya kapan saja melalui nomor resmi yang telah disediakan.
Selain itu, layanan prioritas juga ditargetkan memiliki waktu respons di bawah lima menit untuk beberapa jenis layanan tertentu, seperti penambahan anggota keluarga, aktivasi kembali kepesertaan, hingga perubahan data peserta.
Baca Juga: Dorong Universal Coverage, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Tapsel Perkuat Perlindungan Pekerja Desa
Pemerintah turut menilai transformasi layanan ini sebagai bagian dari perkembangan menuju layanan publik berbasis digital yang lebih cepat dan efisien. Digitalisasi dinilai mampu mengurangi hambatan waktu dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah inovasi lainnya juga diperkenalkan, termasuk optimalisasi pengumpulan iuran melalui kerja sama berbagai pihak, pengembangan program pengelolaan penyakit kronis bagi usia muda, serta peningkatan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses verifikasi klaim.
Selain program utama, terdapat pula empat program kolaboratif yang melibatkan berbagai instansi, seperti pemantauan kesehatan siswa, pemeriksaan berkala di sekolah rakyat, pengembangan desa sehat melalui kemitraan, serta peningkatan layanan kesehatan di wilayah terpencil melalui dukungan fasilitas dan tenaga medis.
PREVIOUS ARTICLE
Dinkes Medan Catat 100 Persen Kesembuhan DBD Awal 2026

















