Saturday, August 8, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Boba hingga Es Teh Jadi Favorit, 40 Persen Remaja Masih Konsumsi Minuman Tinggi Gula

Mistar.idSabtu, 8 Agustus 2026 pukul 12.28 WIB
boba_hingga_es_teh_jadi_favorit_40_persen_remaja_masih_konsumsi_minuman_tinggi_gula

Peserta NPET 2026 membagikan pengalamannya di acara Nutrihub Medan. (Foto: Berry/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Sekitar 40 persen remaja di Indonesia disebut masih mengonsumsi minuman tinggi gula, seperti boba dan es teh kekinian. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan remaja.

Area Marketing Nutrifood, Reni Suryana, menyebutkan remaja sudah harus mulai memahami pentingnya membatasi asupan gula, garam dan lemak.

“Selain kebiasaan konsumsi minuman tinggi gula, sekitar satu dari delapan remaja mengalami kelebihan berat badan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kita memberikan pemahaman kepada generasi muda agar bisa menerapkan pola hidup yang lebih sehat,” ujar Reni saat kegiatan Program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) 2026 di Nutrihub Medan, Sabtu (8/8/2026).

Karena itu, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

"Peran penting PJOK membangun budaya hidup sehat karena program ini dirancang agar guru siap membentuk kebiasaan sehat yang berdampak jangka panjang bagi murid dan komunitas sekolah," katanya.

Di sisi lain, guru PJOK masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari kompetensi dalam mengajarkan PJOK sebagai bagian dari upaya membangun gaya hidup sehat hingga masih kurangnya kesadaran mengenai pentingnya gaya hidup sehat dalam pembelajaran PJOK di sekolah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Nutrifood Indonesia bersama Yayasan Guru Belajar menghadirkan Program NPET sebagai ruang pelatihan bagi guru PJOK.

"NPET merupakan program pelatihan intensif untuk mendampingi guru PJOK dengan membekali tentang aktivitas fisik, nutrisi seimbang dan istirahat berkualitas," ujar Reni lagi.

Program NPET 2026 melibatkan 348 peserta yang dinyatakan lulus. Para guru tersebut diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendorong siswa lebih peduli terhadap kesehatan dan tidak malas melakukan aktivitas fisik.

Salah seorang peserta NPET 2026 asal Kota Medan, Muhammad Dedi, mengatakan program tersebut memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru mengenai gaya hidup sehat.

"Dari kegiatan NPET 2026 ini kita dapat banyak ilmu baru, khususnya tentang gaya hidup sehat untuk diterapkan kepada murid dan juga sekaligus mempersatukan para guru PJOK," katanya.

Sementara itu, Guru SMP Negeri 1 Aek Kuo, Julafrigandi Sinaga, menilai perubahan pola hidup sehat membutuhkan proses yang konsisten.

"Hidup sehat adalah maraton, bukan lari cepat. Perubahan kecil yang konsisten selalu mengalahkan niat besar yang hanya sementara," ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN