Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

1.149 Warga Pematangsiantar Derita TB pada 2025, Dinkes Ingatkan Batuk Lebih 2 Pekan Segera Periksa

Mistar.idSelasa, 3 Maret 2026 pukul 15.59 WIB
1149_warga_pematangsiantar_derita_tb_pada_2025_dinkes_ingatkan_batuk_lebih_2_pekan_segera_periksa

Ilustrasi TBC. (foto:int/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 1.149 orang di Kota Pematangsiantar tercatat menderita tuberkulosis (TB). Kondisi ini menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat, terutama jika mengalami batuk yang berlangsung lebih dari dua pekan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, melalui Wasor TB (Pengawas TB/TBC), Wattini Simatupang, menekankan bahwa TB bisa disembuhkan bila pengobatan dilakukan secara teratur minimal enam bulan.

"Jika mengalami batuk lebih dari dua minggu, segera ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan. Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah penularan ke orang lain," ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Ia juga menjelaskan, obat TB telah disediakan secara gratis bagi masyarakat di seluruh puskesmas sehingga pasien tidak perlu khawatir.

Sementara itu, untuk periode awal tahun yang terakumulasi sejak Januari hingga Februari 2026, tercatat ada 99 pasien TB di Kota Pematangsiantar yang sedang menjalani pengobatan.

Sekadar diketahui, pada November 2025 lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar berkomitmen penuh mendukung program eliminasi TBC tahun 2030, sebagaimana telah dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Salah satu langkah strategis untuk mencapai target tersebut adalah dengan membentuk Kelurahan Siaga TBC sebagai wadah gotong royong masyarakat dalam pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pengobatan, dan pemberdayaan warga.

Bahkan, sosialisasi Kelurahan Siaga TB terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis (TB) di tingkat kelurahan, termasuk edukasi mengenai gejala, pencegahan, dan pengobatan TB serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN