Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Survei: Mayoritas Warga Eropa Nilai Perang dengan Rusia Sangat Mungkin Terjadi

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 pukul 17.16 WIB
survei_mayoritas_warga_eropa_nilai_perang_dengan_rusia_sangat_mungkin_terjadi

Bendera Uni Eropa. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Prancis, MISTAR.ID

Mayoritas warga di sembilan negara Uni Eropa menilai kemungkinan pecahnya perang antara Eropa dan Rusia berada pada level yang tinggi. Kesimpulan ini berasal dari survei yang dilakukan lembaga jajak pendapat Cluster 17 dan dipublikasikan, Kamis (4/12/2025), melalui jurnal hubungan internasional Prancis, Le Grand Continent.

Survei yang melibatkan hampir 10.000 responden dari sembilan negara tersebut dilakukan di tengah konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung sejak 2022, serta meningkatnya kekhawatiran bahwa eskalasi dapat melebar ke kawasan Eropa.

Bulan lalu, Jenderal Prancis Fabien Mandon memperingatkan Rusia kemungkinan tengah mempersiapkan konfrontasi baru menjelang 2030. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa lalu menyatakan, jika Eropa menginginkan perang, maka 'Moskow siap kapan saja.'

Menurut laporan AFP, Kamis (4/12/2025), hasil polling menunjukkan 51 persen responden menilai risiko terjadinya perang antara Rusia dan negara mereka tergolong 'tinggi' atau 'sangat tinggi'. Survei dilakukan terhadap 9.553 warga pada akhir November.

Negara-negara yang disurvei mencakup Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Polandia, Portugal, Kroasia, Belgia, dan Belanda, masing-masing dengan sampel lebih dari 1.000 responden.

Polandia mencatat tingkat kekhawatiran tertinggi, dengan 77 persen responden menganggap risiko perang dengan Rusia sangat besar. Hal ini dipengaruhi oleh kedekatan geografis Polandia dengan Rusia dan Belarusia.

Di Prancis, 54 persen responden menilai risiko konflik cukup tinggi, disusul Jerman dengan 51 persen. Sebaliknya, warga Italia lebih optimistis, di mana 65 persen responden menganggap risikonya rendah atau bahkan tidak ada.

Prancis—satu-satunya negara bersenjata nuklir dalam survei tersebut—memiliki 44 persen warga yang percaya bahwa negara mereka cukup mampu mempertahankan diri jika terjadi agresi dari Rusia.

Sebaliknya, kepercayaan diri pertahanan nasional sangat rendah di beberapa negara. Di Belgia, Italia, dan Portugal, masing-masing 87 persen, 85 persen, dan 85 persen responden ragu negara mereka mampu menghadapi serangan secara mandiri. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN