Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Presiden Iran Usulkan Pemindahan Ibu Kota karena Krisis Air

Mistar.idSelasa, 7 Oktober 2025 pukul 12.52 WIB
presiden_iran_usulkan_pemindahan_ibu_kota_karena_krisis_air

Kota Teheran. (Foto: Celebs Update/Mistar)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengusulkan pemindahan ibu kota negara dari Teheran ke wilayah selatan. Usulan ini karena krisis air terus menjadi masalah di wilayah tersebut.

Pezeshkian menilai, Teheran yang kini dihuni lebih dari 10 juta penduduk sudah tidak lagi layak menjadi pusat pemerintahan karena mengonsumsi hampir seperempat pasokan air nasional. Kemudian, masalah lain adalah pertumbuhan kota yang berlebihan, serta ancaman penurunan tanah (subsidence) yang kian serius.

Usulan tersebut disampaikan Pezeshkian saat kunjungan ke Provinsi Hormozgan, wilayah pesisir di Teluk Persia yang berhadapan langsung dengan Dubai. Ia mengungkapkan bahwa rencana pemindahan ibu kota telah diajukannya kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sejak tahun lalu.

“Saya sudah menyampaikan usulan ini tahun lalu kepada Pemimpin Tertinggi,” ujar Pezeshkian, seperti dilansir dari Guardian, Selasa (7/10/2025).

Dilanjutkannya, “ide ini memang menuai banyak kritik, tapi krisis sumber daya yang menumpuk begitu dalam wajib diatasi. Ini bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan.”

Menurutnya, wilayah selatan Iran memiliki potensi ekonomi strategis yang belum dimanfaatkan maksimal. Dengan akses langsung ke perairan internasional, kawasan ini dinilai strategis untuk pengembangan perdagangan dan hubungan ekonomi.

“Jika kita memandang potensi wilayah ini secara berbeda, kita bisa menciptakan kawasan yang makmur dan maju. Tidak cukup hanya menerima kondisi saat ini tanpa merancang peta ilmiah dan akurat untuk masa depan,” katanya.

Pezeshkian menyoroti bahwa Teheran, Karaj, dan Qazvin kini menghadapi krisis air yang sangat serius. Tahun lalu, curah hujan nasional hanya 140 milimeter, jauh di bawah rata-rata 260 milimeter, atau turun sekitar 50–60 persen.

Kondisi tahun ini, katanya, bahkan lebih kritis, dengan perkiraan curah hujan di bawah 100 milimeter, terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Selain itu, volume air di balik bendungan menurun tajam, sejumlah sumur mengering, dan biaya untuk mendatangkan air dari wilayah lain melonjak hingga €4 per meter kubik. Sebelumnya, sekitar 70 persen kebutuhan air Teheran dipasok dari bendungan, sementara 30 persen sisanya berasal dari air tanah.

Namun, penurunan curah hujan dan tingginya tingkat penguapan membuat kota kini sangat bergantung pada sumber bawah tanah yang kian menipis.

Pezeshkian memperingatkan bahwa pembangunan yang mengabaikan keseimbangan sumber daya alam akan berujung pada kehancuran. Ia menegaskan, penurunan tanah di beberapa wilayah Iran telah mencapai 30 sentimeter per tahun.

“Ini adalah bencana dan menunjukkan bahwa air di bawah kaki kita mulai habis,” ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN