Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Lebih dari 1.000 Warga Sipil Iran Tewas Imbas Serangan Israel-AS

Mistar.idKamis, 5 Maret 2026 13.39
AN
lebih_dari_1000_warga_sipil_iran_tewas_imbas_serangan_israelas

Bangunan terdampak serangan AS-Israel di Iran. (Foto: Istimewa)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Lebih dari 1.000 warga sipil di Iran dilaporkan tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat sejak Sabtu (28/2/2026).

Media pemerintah Iran menyebut jumlah korban tewas hingga kini mencapai 1.045 orang. Serangan terbaru dilaporkan kembali menghantam ibu kota Teheran pada Rabu (4/3/2026), serta sejumlah wilayah lain seperti kota suci Qom, Iran barat, dan seluruh provinsi Isfahan di Iran tengah. Serangan tersebut juga merusak sejumlah unit perumahan warga.

Pemerintah Israel mengklaim telah menargetkan bangunan milik pasukan paramiliter sukarelawan Basij yang berada di bawah naungan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), serta fasilitas yang terkait dengan komando keamanan internal Iran.

Jurnalis Al Jazeera, Mohamed Vall, yang melaporkan dari Teheran mengatakan serangan terus terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.

“Ada serangan berkelanjutan dan terus-menerus di seluruh negeri, yang tidak menyisakan wilayah, kota, atau daerah mana pun,” ujarnya.

Ia menambahkan sekitar 200 anak dan remaja dirawat di rumah sakit, sementara lebih dari 6.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan adanya kerusakan pada dua bangunan di dekat situs nuklir Isfahan. Namun lembaga tersebut memastikan tidak ada kerusakan pada fasilitas yang menyimpan material nuklir.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Meski sebagian besar serangan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel, AS, dan negara-negara Teluk, beberapa rudal dilaporkan tetap mengenai aset militer dan infrastruktur sipil.

Selain itu, puing-puing rudal yang berhasil dicegat juga dilaporkan jatuh di sejumlah wilayah sipil.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan konflik ini berpotensi berlangsung selama beberapa minggu. Ia juga menyebut kepemimpinan di Teheran sedang berada dalam kondisi kacau.

“Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang, dan kepemimpinan mereka dengan cepat runtuh,” kata Trump.

Di tengah eskalasi konflik tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 100 ribu warga telah mengungsi dari Teheran sejak 28 Februari hingga 1 Maret akibat meningkatnya serangan. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN