Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ketegangan AS–Venezuela Memuncak, Maduro Ditetapkan Terkait Kartel Narkoba

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 15.02
JS
ketegangan_asvenezuela_memuncak_maduro_ditetapkan_terkait_kartel_narkoba

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. (foto:afp/mistar)

news_banner

Caracas, MISTAR.ID

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kembali meningkat setelah pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, secara resmi menetapkan Cartel de los Soles atau Kartel Matahari sebagai organisasi teroris pada Senin (24/11/2025).

Washington menuduh Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memimpin jaringan tersebut dan memfasilitasi perdagangan kokain ke AS dan Eropa.

Pemerintah Venezuela membantah keras seluruh tuduhan tersebut. Caracas menilai langkah Washington sebagai upaya membuka jalan menuju pergantian rezim. Dalam pernyataannya, Venezuela menyebut tuduhan AS sebagai “kebohongan tercela” dan “fitnah untuk membenarkan intervensi ilegal terhadap Venezuela”.

Pemerintah menegaskan bahwa Kartel Matahari “tidak ada”, apalagi seperti yang digambarkan AS sebagai kelompok terorganisir.

Menurut laporan The Guardian, penetapan terorisme tersebut menjadi babak baru tekanan AS selama empat bulan terakhir. Tekanan ini disertai pengerahan armada angkatan laut besar-besaran di lepas pantai Venezuela serta serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di Laut Karibia. Para pengamat menilai, kebijakan tersebut dapat membuka pintu bagi intervensi militer langsung terhadap Venezuela.

Reuters melaporkan bahwa sejumlah pejabat AS menyebut Washington siap memasuki tahap baru operasi terhadap Venezuela, termasuk kemungkinan menggulingkan Maduro, meskipun Trump belum membuat keputusan akhir.

Trump sebelumnya menyatakan bersedia berdialog dengan Maduro. Namun pada saat yang sama menegaskan bahwa masa kepemimpinan Maduro “tinggal menunggu waktu berakhir”.

Tuduhan narko-terorisme terhadap Maduro bukanlah hal baru. CBS News memberitakan bahwa penetapan teroris bagi Cartel de los Soles dimaksudkan untuk memperluas tekanan terhadap Caracas. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan latihan militer AS di kawasan Karibia yang melibatkan lebih dari 10.000 tentara, termasuk kapal induk USS Gerald R. Ford.

Sejumlah analis mempertanyakan dasar penetapan tersebut. InSight Crime menyebut Kartel de los Soles tidak berbentuk hierarkis atau terorganisir seperti kartel narkoba Sinaloa, melainkan jaringan sel longgar yang terdiri atas pejabat militer dan sipil yang diduga memfasilitasi perdagangan gelap di Venezuela. Associated Press mengutip analis Adam Isaacson yang menyatakan jaringan itu “bukan kelompok tunggal dengan struktur komando jelas”.

Ketegangan ini juga berdampak pada sektor penerbangan internasional. Beberapa maskapai besar seperti TAP Portugal, Iberia, Avianca, Gol, Latam, dan Turkish Airlines menghentikan atau membatalkan penerbangan menuju Caracas setelah Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) memperingatkan adanya peningkatan aktivitas militer di sekitar Venezuela.

Hingga kini, pemerintah Venezuela tetap menolak seluruh tuduhan dan menegaskan bahwa AS hanya mencari dalih untuk menumbangkan pemerintahan Maduro, baik melalui operasi militer terselubung maupun terbuka. (hm16)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN