Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

RSF Sudan Umumkan Gencatan Senjata Tiga Bulan untuk Akses Bantuan

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 pukul 16.31 WIB
rsf_sudan_umumkan_gencatan_senjata_tiga_bulan_untuk_akses_bantuan

Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter Sudan. (foto:afp/mistar)

news_banner

Khartoum, MISTAR.ID

Pasukan Paramiliter Sudan, Rapid Support Forces (RSF), pada Senin (24/11/2025) mengumumkan gencatan senjata kemanusiaan sepihak selama tiga bulan dengan tentara Sudan.

Langkah ini merupakan respons terhadap upaya internasional untuk menghentikan kekerasan dan memperluas akses bagi lembaga bantuan.

Dalam pernyataan tertulis, Komandan RSF Mohamed Hamdan Dagalo mengatakan bahwa pasukannya dan kelompok sekutu telah menyetujui “gencatan senjata kemanusiaan segera yang mencakup penghentian semua tindakan permusuhan selama tiga bulan.”

Dagalo menegaskan komitmen RSF untuk mendukung operasi kemanusiaan, termasuk mengamankan pergerakan pekerja bantuan, memastikan akses tanpa hambatan ke wilayah terdampak, melindungi fasilitas dan gudang milik organisasi lokal maupun internasional, serta memungkinkan tim medis dan bantuan beroperasi dengan bebas.

Ia juga mengumumkan persetujuan RSF atas pembentukan mekanisme pemantauan lapangan untuk mengawasi gencatan senjata di bawah pengawasan Quad dan Uni Afrika, serta komite tambahan yang bertugas memastikan distribusi bantuan kepada warga sipil secara aman.

Menurut Dagalo, gencatan senjata tersebut harus menjadi “langkah awal menuju diakhirinya permusuhan dan tercapainya solusi politik yang komprehensif” bagi konflik Sudan. Ia berharap dukungan internasional dan partisipasi luas masyarakat Sudan dapat membuka jalan menuju proses politik yang mengakhiri perang dan menghasilkan transisi yang stabil, demikian dilaporkan Anadolu.

Dagalo juga menegaskan bahwa setiap jalur politik di masa depan harus mengecualikan “Gerakan Islam teroris, Ikhwanul Muslimin, Partai Kongres Nasional, dan afiliasinya,” yang ia tuduh bertanggung jawab atas “tiga dekade penderitaan” di Sudan.

Hingga kini belum ada tanggapan langsung dari tentara Sudan terkait pengumuman RSF tersebut.

Pada Minggu (23/11/2025), Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan mengkritik proposal Quad yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab tanpa mengungkapkan detail dokumen yang dimaksud.

Pada 12 September, Quad menyerukan gencatan senjata kemanusiaan pertama selama tiga bulan untuk memungkinkan masuknya bantuan mendesak ke seluruh wilayah Sudan sebagai langkah menuju gencatan senjata permanen.

Pekan lalu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan berupaya mengakhiri konflik di Sudan atas permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Sejak April 2023, tentara Sudan dan RSF terlibat dalam perang yang belum berhasil dihentikan meski telah dimediasi secara regional maupun internasional. Konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.

Dalam pernyataan video terbaru, Dagalo kembali menegaskan bahwa RSF menyetujui gencatan senjata kemanusiaan selama tiga bulan untuk meningkatkan perlindungan warga sipil dan memastikan distribusi bantuan. Ia berharap mediator dari AS, Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab dapat meyakinkan Angkatan Bersenjata Sudan agar menerima usulan tersebut.

Pada Ahad, al-Burhan menyebut rencana penyelesaian konflik yang disampaikan Penasihat Senior AS untuk Urusan Arab dan Afrika Massad Boulos sebagai inisiatif “terburuk.”

Pertempuran sengit antara RSF dan tentara Sudan terus berlangsung sejak April 2023, mengakibatkan ribuan korban jiwa dan meluasnya krisis kemanusiaan. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memicu wabah penyakit dan meruntuhkan sistem kesehatan. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN