Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Tutup Sementara Wilayah Udaranya

Mistar.idKamis, 15 Januari 2026 pukul 11.57 WIB
iran_tutup_sementara_wilayah_udaranya

Bendera Iran. (Foto: pngtree.com)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Iran mengumumkan penutupan sementara wilayah udaranya bagi hampir seluruh penerbangan di tengah situasi unjuk rasa. Penerbangan hanya diberikan bagi penerbangan sipil internasional yang datang dan berangkat dengan izin khusus.

Dalam pernyataan resmi, otoritas penerbangan menyebutkan bahwa penutupan wilayah udara tersebut berlaku hingga 15 Januari waktu setempat. Hanya penerbangan sipil internasional yang telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran yang diizinkan tetap beroperasi.

“Pembatasan berlaku untuk penerbangan yang masuk atau keluar Iran, sementara semua lalu lintas udara lainnya ditangguhkan,” demikian pernyataan resmi tersebut, seperti dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (15/1/2026).

Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya ketegangan, baik di tingkat regional maupun domestik. Situasi di dalam negeri Iran juga tengah diwarnai aksi protes anti-pemerintah serta sorotan dan pengawasan internasional yang semakin ketat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan aksi unjuk rasa yang berlangsung selama 10 hari awalnya berjalan damai, sebelum diwarnai kekerasan selama tiga hari. Namun, kondisi saat ini mulai kembali stabil. Ia juga memastikan tidak ada hukum gantung bagi demonstran.

“Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung,” ujar Araghchi, seperti dikutip AFP.

Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan bahwa pelaksanaan eksekusi terhadap para pengunjuk rasa di Iran sedang dihentikan. Ia menegaskan, pemerintah AS akan terus memantau situasi.

Sebelumnya, Trump berulang kali menyampaikan dukungannya kepada para demonstran dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil “tindakan yang sangat keras” apabila eksekusi tetap dilanjutkan.

Di sisi lain, Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan terhadap kerusuhan dan aksi terorisme yang terkait dengan gelombang demonstrasi tersebut. Tuduhan itu dibantah oleh AS dan sejumlah negara Barat lainnya.

Hingga saat ini, pemerintah Iran belum merilis data resmi terkait jumlah korban jiwa. Sementara itu, sejumlah organisasi hak asasi manusia melaporkan ribuan orang tewas dan terluka sejak unjuk rasa yang dimulai pada 28 Desember 2025. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN