Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Helikopter Jatuh di Gunung Kilimanjaro, Lima Tewas

Mistar.idJumat, 26 Desember 2025 pukul 09.12 WIB
helikopter_jatuh_di_gunung_kilimanjaro_lima_tewas

Ilustrasi helikopter jatuh. (Foto: Shutterstock)

news_banner

Tanzania, MISTAR.ID

Misi evakuasi medis di Gunung Kilimanjaro, Afrika, berujung duka setelah sebuah helikopter yang hendak menjemput pendaki sakit mengalami kecelakaan fatal. Insiden tersebut menewaskan seluruh penumpang di dalam helikopter.

Mengutip laporan ABC News, Jumat (26/12/2025), helikopter itu jatuh dan meledak, menyebabkan lima orang di dalamnya meninggal dunia. Peristiwa nahas ini dibenarkan Komandan Polisi Regional Kilimanjaro, Simon Maigwa, yang menyebut kejadian terjadi pada pertengahan pekan ini di salah satu jalur pendakian favorit wisatawan.

Saat kejadian, helikopter tengah menjalankan misi evakuasi terhadap pendaki yang sakit dan menggunakan jasa operator wisata Boby Camping. Polisi memastikan tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut.

Kelima korban tewas terdiri atas dua warga negara asing yang merupakan pendaki, seorang dokter lokal yang tergabung dalam tim penyelamat, satu pemandu wisata, serta pilot helikopter.

Helikopter dilaporkan jatuh di kawasan berketinggian ekstrem, tepatnya di antara Barafu Camp dan Puncak Kibo, pada ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut. Area ini merupakan jalur terakhir menuju puncak Gunung Kilimanjaro yang memiliki ketinggian 5.895 meter.

Pesawat nahas tersebut diketahui milik Kilimanjaro Aviation, perusahaan yang menyediakan layanan evakuasi medis melalui udara. Hingga kini, pihak perusahaan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Tanzania (TCAA) menyatakan telah memulai penyelidikan sesuai standar keselamatan penerbangan internasional. Tim investigasi akan menelusuri penyebab serta kronologi jatuhnya helikopter tersebut.

Gunung Kilimanjaro selama ini sangat bergantung pada helikopter untuk mengevakuasi pendaki yang mengalami penyakit ketinggian atau cedera serius. Namun, wilayah tersebut dikenal berisiko tinggi bagi penerbangan karena udara yang sangat tipis dan cuaca yang dapat berubah secara drastis.

Kecelakaan penerbangan di kawasan Kilimanjaro tergolong langka. Insiden besar terakhir tercatat terjadi pada November 2008 dan menewaskan empat orang. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN