Sunday, June 7, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Gencatan Senjata Sisa Dua Hari, Iran Belum Mau Berunding Lanjutan dengan AS

Mistar.idSenin, 20 April 2026 09.36
EH
gencatan_senjata_sisa_dua_hari_iran_belum_mau_berunding_lanjutan_dengan_as

Iran dan Israel. (Foto: Pacis.unpar.ac.id)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Iran disebut belum berencana menghadiri putaran lanjutan perundingan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung Senin (20/4/2026). Sikap ini muncul hanya beberapa hari sebelum masa gencatan senjata dua pekan sejak 8 April berakhir.

Ketegangan dipicu oleh blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang hingga kini belum dicabut. Situasi kian memanas setelah Presiden Donald Trump pada Minggu (19/4/2026) mengumumkan kapal perusak AS menembaki dan mengenai kapal Iran yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Mengutip laporan Agence France-Presse, media penyiaran pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting, menyebut sumber di Teheran memastikan saat ini belum ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran berikutnya perundingan Iran-AS.

Sumber anonim yang dikutip Fars News Agency dan Tasnim News Agency juga menilai suasana negosiasi belum kondusif. Mereka menegaskan pencabutan blokade AS menjadi syarat utama agar pembicaraan bisa dilanjutkan.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency menyoroti tuntutan Washington yang tidak masuk akal dan tidak realistis, serta menyebut belum ada prospek jelas bagi negosiasi yang menghasilkan kesepakatan.

Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang dimulai 8 April dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4/2026). Hingga kini, baru satu sesi perundingan berlangsung selama 21 jam di Islamabad pada 11 April, namun berakhir tanpa kesepakatan.

“Kami menawarkan Kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya,” kata Trump pada Minggu (19/4/2026), seraya kembali mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika negosiasi gagal.

Di tengah situasi tersebut, Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat sebagai respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Namun, jalur itu kembali ditutup sehari kemudian setelah AS tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata sekaligus bentuk hukuman kolektif yang ilegal bagi rakyat Iran.

Data pelacakan menunjukkan hanya segelintir kapal tanker minyak dan gas yang sempat melintas saat pembukaan singkat pada Sabtu (18/4/2026). Namun, keesokan harinya, jalur tersebut kembali sepi dari aktivitas pelayaran. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN