Dua Anak Tewas di Dalam Mobil saat Gelombang Panas Ekstrem Prancis

Ilustrasi Panas Ekstrem. (Foto: Istimewa)
Paris, MISTAR.ID - Dua anak berusia dua dan empat tahun ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di Kota Carpentras, Prancis Selatan, Senin (22/6/2026). Polisi menduga keduanya meninggal akibat gelombang panas ekstrem yang tengah melanda sebagian besar wilayah Eropa.
Dilansir dari AFP, layanan darurat menerima laporan sekitar pukul 13.20 waktu setempat dan menemukan keduanya dalam kondisi henti jantung saat dievakuasi dari dalam kendaraan.
Selain itu, petugas juga memberikan penanganan medis kepada ibu kedua anak tersebut. Hingga kini, pihak berwenang belum melakukan pemeriksaan terhadap sang ibu, sementara penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
Gelombang panas yang melanda Eropa dalam beberapa pekan terakhir telah memicu berbagai gangguan di sejumlah negara. Acara luar ruangan dibatalkan, layanan transportasi terganggu, sekolah ditutup, dan sejumlah instansi menerapkan sistem kerja dari rumah guna mengurangi risiko kesehatan akibat suhu ekstrem.
Di Prancis, suhu rata-rata siang dan malam tercatat mencapai 29,2 derajat Celsius, memecahkan rekor tertinggi untuk bulan Juni. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menutup lebih dari 1.350 sekolah dan memperluas status peringatan merah gelombang panas ke lebih dari separuh wilayah administratif negara itu yang berdampak pada sekitar 39 juta penduduk.
Pemerintah Prancis juga meningkatkan langkah antisipasi. Perdana Menteri Sebastien Lecornu dijadwalkan memimpin pertemuan krisis guna membahas penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut.
Sementara itu, Spanyol juga menghadapi kondisi serupa. Di Madrid, suhu udara mencapai 40 derajat Celsius sehingga pemerintah kota membuka sejumlah 'tempat perlindungan iklim' bagi tunawisma dan kelompok rentan. Fasilitas tersebut menyediakan air minum, makanan, serta layanan kebersihan selama jam operasional siang hingga malam.
Para ilmuwan menyebut gelombang panas yang semakin sering terjadi merupakan salah satu dampak nyata pemanasan global. Mereka memperingatkan fenomena tersebut diperkirakan akan berlangsung lebih lama, lebih intens, dan lebih sering terjadi di masa mendatang. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri, Ini AlasannyaBERITA TERPOPULER
























