Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

China Desak Iran Buka Selat Hormuz di Tengah Krisis Pasokan Minyak Global

Mistar.idKamis, 16 April 2026 pukul 18.35 WIB
china_desak_iran_buka_selat_hormuz_di_tengah_krisis_pasokan_minyak_global

Kapal paramiliter Iran berlayar di perairan Teluk Persia, di dekat Selat Hormuz (Foto: dok. NurPhoto via Getty Images)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

China mendorong Iran untuk kembali membuka dan memastikan kelancaran lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz di tengah penurunan pasokan minyak mentah global yang mulai berdampak pada kebutuhan energi Beijing.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu (15/4). Dalam pembicaraan itu, Beijing menekankan pentingnya menjaga stabilitas perdagangan energi internasional, khususnya di salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia.

China Tekankan Dua Kepentingan Sekaligus

Dalam komunikasinya, Wang Yi menegaskan bahwa kedaulatan dan kepentingan sah Iran sebagai negara pesisir harus dihormati. Namun di saat yang sama, ia juga menekankan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus tetap terjamin demi kepentingan global.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Wang menyebut bahwa pemulihan arus perdagangan normal di kawasan tersebut merupakan harapan bersama komunitas internasional.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi global, termasuk China yang merupakan salah satu importir minyak terbesar dunia.

Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan geopolitik di Timur Tengah disebut telah mengganggu rantai pasok minyak mentah, sehingga memicu penurunan volume impor di sejumlah negara, termasuk China.

Dampak ke Pasar Energi China

Data bea cukai menunjukkan adanya penurunan impor energi China dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun Beijing telah mencoba menutupi kekurangan pasokan dengan diversifikasi sumber dari Afrika dan Amerika Selatan, gangguan logistik akibat konflik di Timur Tengah tetap memberi tekanan pada stabilitas pasokan.

Analis energi menilai kondisi ini berpotensi memperketat pasokan minyak mentah China jika ketegangan di kawasan terus berlanjut, meski dampaknya masih bisa diredam oleh strategi diversifikasi impor.

Seruan China untuk Perdamaian

Dalam percakapan tersebut, Wang Yi juga menyampaikan dukungan China terhadap upaya gencatan senjata dan perundingan damai di kawasan. Beijing menegaskan bahwa stabilitas Timur Tengah sejalan dengan kepentingan seluruh pihak, termasuk Iran dan negara-negara global lainnya.

Wang Yi menegaskan bahwa China siap terus berperan dalam mendorong dialog dan menjaga stabilitas kawasan demi kelancaran perdagangan internasional.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN