Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Pertamina Pastikan Kapal Aman

Mistar.idJumat, 10 April 2026 09.27
AN
selat_hormuz_kembali_ditutup_pertamina_pastikan_kapal_aman_

Ilustrasi Selat Hormuz. (Foto: Getty Images/iStockphoto/World Traveler)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

PT Pertamina (Persero) memastikan kapal tanker pengangkut bahan bakar milik Indonesia masih berada dalam kondisi aman menyusul kembali ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.

VP Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan hingga saat ini posisi kapal Pertamina masih berada di kawasan Teluk Persia dan belum melintasi Selat Hormuz.

“Pertamina terus memonitor perkembangan konflik Timur Tengah yang sangat dinamis. Posisi kapal Pertamina masih berada di Teluk Persia, belum melalui Selat Hormuz,” kata Baron, Jumat (10/4/2026), dilansir dari Detikcom.

Ia menegaskan bahwa keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, untuk memastikan kondisi serta langkah tindak lanjut yang diperlukan.

“Pertamina sangat mengutamakan keselamatan awak dan kapal. Kami berkomunikasi secara erat dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan kondisi dan rencana tindak lanjutnya,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina memastikan tetap mendukung pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi nasional di tengah situasi geopolitik yang memanas.

“Kami mengikuti dan mendukung pemerintah dalam ketersediaan energi bagi masyarakat. Pertamina terus menyalurkan energi ke pelosok negeri,” tambahnya.

Diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi distribusi energi global, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari sebelum konflik meningkat. Namun, aktivitas di jalur tersebut telah terbatas sejak awal Maret akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada Rabu (8/4/2026) terjadi setelah serangan militer Israel di Lebanon yang menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. (hm 25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN