Kejari Medan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Penguasaan Aset PT KAI Senilai Rp35,4 Miliar


Kejari Medan saat menahan kedua tersangka kasus korupsi penguasaan aset PT KAI. (f:ist/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menetapkan dua tersangka kasus korupsi aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp35,4 miliar.
Kedua tersangka tersebut, yaitu Ryborn Tua Siahaan selaku orang yang menguasai dan memanfaatkan aset PT KAI di Jalan Sutomo Medan dan Johan Evandy Rangkuti selaku pengalih penguasaan aset PT KAI di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.
"Kami telah menetapkan dua orang tersangka perkara korupsi penguasaan aset milik PT KAI yang terletak di Jalan Sutomo dan Jalan Perintis Kemerdekaan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Mochamad Ali Rizza, dalam siaran persnya, Jumat (28/2/2025).
Ali mengatakan masing-masing perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara yang berbeda-beda setelah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Akibat perbuatan Ryborn negara mengalami kerugian sebesar Rp21,9 miliar. Sedangkan, kerugian keuangan negara yang timbul akibat perbuatan Johan senilai Rp13,5 miliar. Sehingga total kerugian keuangan negara sebesar Rp35,4 miliar," ujarnya.
Usai ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Ali, keduanya langsung ditahan tim penyidik Pidsus Kejari Medan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta Medan.
"Para tersangka sudah ditahan di Rutan Medan untuk 20 hari kedepan. Ryborn ditahan sejak Selasa (25/2/2025) dan Johan ditahan sejal Kamis (27/2/2025)," ucapnya.
Atas perbuatan tersebut, para tersangka dipersangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 subsider pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) Undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
"Para tersangka juga dijerat melanggar pasal 15 jo pasal 18 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," tutur Ali. (deddy/hm18)
PREVIOUS ARTICLE
PBNU Tetapkan Malam ini Telah Memasuki Satu Ramadan 1446H