Saturday, June 6, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Remaja 12 Tahun di Sukabumi Tewas dengan Luka Bakar, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 14.27
AN
remaja_12_tahun_di_sukabumi_tewas_dengan_luka_bakar_diduga_dianiaya_ibu_tiri

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Sukabumi, MISTAR.ID

Seorang remaja laki-laki berinisial NS, 12 tahun, meninggal dunia dengan luka bakar di hampir seluruh tubuhnya di RSUD Jampangkulon, Kamis (19/2/2026). Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya berinisial TR, 46 tahun. Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian dan menyita perhatian publik setelah video kondisi terakhir korban beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat luka lebam parah di wajah korban, terutama di sekitar kedua mata. Selain itu, terdapat luka terbuka cukup besar di paha yang menyerupai luka bakar akibat air panas. Dalam kondisi lemah, korban sempat menyebut ibu tirinya sebagai orang yang menyebabkan luka-luka tersebut, sementara ayah kandungnya tampak mendampingi di sisi tempat tidur rumah sakit.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah ayah korban, Anwar Satibi, 38 tahun, dihubungi istrinya saat sedang bekerja di Kota Sukabumi. Ia diminta segera pulang karena kondisi anaknya disebut sakit dan mengigau.

“Pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas,” ujar Anwar menirukan ucapan istrinya, Sabtu (21/2/2026), dilansir dari CNNIndonesia.

Setibanya di rumah, Anwar terkejut melihat kondisi tubuh anaknya yang melepuh. Saat ditanya, sang istri menyebut luka tersebut akibat sakit panas. Namun, korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan sempat memberikan keterangan kepada keluarga.

“Ngaku dikasih minum air panas oleh ibu tirinya,” kata Anwar.

Hasil autopsi tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi menemukan luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk kaki, punggung, bibir, dan hidung. Pemeriksaan organ dalam juga dilakukan, dengan sampel jantung dan paru-paru dikirim ke Jakarta untuk uji laboratorium lanjutan.

“Penyebab kematian belum dapat disimpulkan karena luka tersebut seharusnya tidak langsung menyebabkan kematian,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian.

Sementara itu, TR membantah tudingan penganiayaan. Ia mengklaim korban meninggal akibat penyakit serius yang dideritanya. Namun, hasil visum yang disampaikan kepolisian menunjukkan adanya luka lecet, lebam, serta luka bakar derajat 2A yang mengindikasikan trauma tumpul.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menyebut korban sempat dibawa ke tukang urut sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Kecurigaan muncul saat ayah korban mendapati banyak luka di tubuh anaknya.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN