Polisi Terkendala CCTV Buram, Kasus Pencurian Rp101 Juta Milik Pedagang Sayur Masih Misterius

Terduga pelaku pencurian emas terekam CCTV. (foto: istimewa/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Lima bulan sudah Nurmi Purba, 62 tahun, didera gelisah yang tak berkesudahan. Setiap hari menggelar dagangan sayur di Pasar Parluasan, Kota Pematangsiantar, pikiran perempuan lansia ini kerap melayang pada petaka yang menimpanya awal tahun lalu. Uang tunai dan tumpukan perhiasan emas senilai total Rp101 juta miliknya raib digondol maling.
Hingga pertengahan tahun ini, kasus tersebut masih gelap gulita. Pelaku yang merenggut hasil keringat bertahun-tahun milik Nurmi belum juga berhasil diringkus polisi.
Kerugian yang dialami Nurmi tidak sedikit. Bagi seorang pedagang sayur, angka Rp101 juta adalah buah dari kerja keras tanpa kenal lelah dari fajar hingga petang.
Berdasarkan data yang dihimpun, harta benda Nurmi yang digasak maling meliputi beragam perhiasan emas anting seberat 1/2 mayam, cincin 1 mayam, kalung 4 mayam beserta mainannya seberat 1 mayam, lalu ada kalung lain seberat 2 mayam dengan mainan berbentuk love seberat 1 gram.
Tak hanya itu, pelaku juga menguras emas batangan seberat 21 gram lengkap dengan surat-suratnya, serta menyikat uang tunai senilai Rp1.000.000.
Menanggapi lambatnya penanganan kasus yang mulai dipertanyakan publik ini, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak, menegaskan polisi tidak tinggal diam dan perkara ini masih masuk dalam radar penyelidikan intensif.
Namun, Sah Udur mengakui penyidik di lapangan menghadapi tembok tebal dalam mengidentifikasi sosok pelaku. Kendala utamanya ada pada kualitas rekaman kamera pengawas (CCTV) yang didapatkan polisi di sekitar lokasi kejadian.
"Masih dalam penyelidikan. Benar ada CCTV yang kami dapatkan sekitar 15 titik," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Meski mengantongi belasan rekaman dari sudut yang berbeda, polisi kesulitan membaca petunjuk krusial. Faktor teknis seperti resolusi kamera yang rendah atau kondisi pencahayaan membuat visual di lapangan menjadi buram.
"Namun untuk wajah dan plat kendaraan (pelaku) tidak tampak jelas, sehingga kami masih kesulitan mengidentifikasi pelaku," katanya.






















