Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Tigapanah Karo, Warga Bawa Sajam dan Senapan Angin

Personel Polres Karo melakukan mediasi terhadap warga Desa Bunuraya dan Desa Kubu Simbelang, Kecamatan Tigapanah, yang nyaris terlibat tawuran antarpemuda. (Foto: Humas Polres Karo/Mistar)
Karo, MISTAR.ID
Situasi mencekam terjadi di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Minggu (24/5/2026) malam. Dua kelompok remaja asal Desa Bunuraya dan Desa Kubu Simbelang nyaris bentrok menggunakan senjata tajam serta senapan angin.
Ratusan remaja Desa Bunuraya itu disebut sudah berkumpul dan bersiaga di losd desa, diduga hendak melakukan tawuran dengan warga Desa Kubu Simbelang. Beruntung personel Polsek Tigapanah bersama Polres Karo.
Sekitar pukul 22.00 WIB, personel kepolisian tiba di Desa Salit yang menjadi lokasi penghubung antara Desa Kubu Simbelang dan Desa Bunuraya.
Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, Senin (25/5/2026), menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik antardesa. Menurutnya, peristiwa itu lebih merupakan gesekan antarkelompok remaja yang masih labil dan membutuhkan pembinaan bersama.
“Ini bukan konflik antardesa. Kami melihat ini lebih kepada gesekan kelompok remaja yang emosinya masih labil. Karena itu kami mengedepankan langkah persuasif, pembinaan, dan mediasi agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan yang merugikan semua pihak,” ujar Kapolres.
Di lokasi tersebut, petugas mendapati sekitar 100 warga berkumpul sambil membawa senjata tajam, petasan, hingga senapan angin dan diduga bersiap melakukan penyerangan.
Polisi kemudian melakukan pendekatan humanis dengan mengimbau warga agar membubarkan diri dan menahan emosi.
Berkat pendekatan persuasif tersebut, warga akhirnya bersedia membubarkan diri sekitar pukul 23.10 WIB dan kembali ke desa masing-masing.
Sementara itu, di Desa Bunuraya, Kasat Intelkam AKP Handel Sembiring bersama personel lainnya juga melakukan pendekatan dialogis kepada warga dan kelompok remaja yang masih berkumpul di jambur desa agar tidak melakukan aksi balasan.
Polisi bersama kepala desa setempat turut mengarahkan warga yang sempat berada di perbatasan desa untuk kembali ke losd dan menahan diri.























