Mayat Pria di Sungai Lau Gunung Diduga Korban Pembunuhan, Keluarga Minta Polri Usut Tuntas

Veni Indriani Bancin (paling kanan) didampingi keluarganya saat menyampaikan harapan dan permintaannya kepada Polri. (Foto:Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Mayat Naman Petrus Berasa (NPB) yang ditemukan di Sungai Lau Gunung, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, diduga akibat kasus pembunuhan.
Atas dugaan itu, istri korban, Veni Indriani Bancin, bersama keluarga meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar segera melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus tersebut secara terang benderang ke hadapan publik.
Veni Indriani Bancin, didampingi keluarganya, menceritakan awal kecurigaan terhadap kematian suaminya NPB yang tidak wajar kepada Mistar, Rabu (25/3/2026).
Veni, dengan menangis, menuturkan bahwa sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (18/3/2026), suaminya NPB dijemput kawan dekatnya yang telah dianggap seperti saudara kandung berinisial HT dari rumahnya di Lau Salak, Desa Lau Sireme, Tigalingga, lalu pergi ke Dusun Lau Gunung, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem.
Tidak pulang ke rumah hingga pagi Kamis (19/3/2026), Veni bersama adik iparnya pergi ke Lau Gunung untuk mencari tahu keberadaan suaminya. Tiba di lokasi dekat Sungai Lau Gunung, Veni bertemu HT dan menanyakan keberadaan suaminya. HT kemudian menceritakan kejadian yang dialami mereka berdua, yakni melompat ke jurang dekat sungai dari sepeda motor saat polisi melakukan penggerebekan di lokasi pada tengah malam Rabu (18/3/2026).
Saat ditanya alasan melompat, HT menjawab bahwa mereka berdua sedang menggunakan narkoba. Selanjutnya, Veni bersama HT melakukan pencarian NPB di titik lokasi diduga melompat ke jurang. Pencarian dilakukan kurang lebih lima jam, namun NPB tidak ditemukan.
Anehnya, menurut Veni, lokasi titik HT dan NPB melompat tidak menunjukkan jejak apa pun. Tidak ada bekas tanaman atau pohon kecil di tepian sungai yang rusak, maupun tanda-tanda orang jatuh.
“Tidak ada jejak atau bekas orang terguling-guling. Suami saya bertubuh tinggi besar, masa tidak ada jejak orang jatuh? Sandal Swallow suami saya ada di gubuk itu, kami temui bersama HT,” kata Veni.
Pencarian hingga sore hari Kamis (19/3/2026) tidak membuahkan hasil. Veni bersama adik iparnya kemudian pulang dan berkoordinasi dengan pihak keluarga besar. Selanjutnya, pada Jumat (20/3/2026), Veni membuat laporan orang hilang ke kepolisian.
Setelah diketahui bahwa suaminya NPB ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Lau Gunung dan dibawa untuk autopsi ke RSU Salak, Pakpak Bharat, Veni bersama keluarga menilai kematian NPB tidak wajar dan diduga terkait tindak pembunuhan.
“Saya tidak yakin suami saya melompat ke jurang lalu meninggal. Kenapa hanya suami saya yang menjadi korban, sementara HT mengaku mereka sama-sama melompat? Kasus ini harus diselidiki polisi,” teriak Veni sambil menangis.
S Berasa, orang tua NPB, menyebutkan bahwa kematian putranya dinilai tidak wajar dan diduga ada tindakan kriminal. Ia menyebut kondisi wajah, rahang, dan gigi korban tidak utuh.
“Dari leher sampai perut korban semacam ada sayatan benda tajam saat kami melihat ketika dilakukan autopsi di RSU Salak, Pakpak Bharat,” kata S Berasa, ditimpali Siketang.
Siketang juga mengaku menemukan banyak kejanggalan pada tubuh korban. Ia merasa heran karena keluarga tidak diperbolehkan melihat kondisi jenazah saat masih berada di kantong mayat sejak ditemukan di sungai hingga tiba di RSU Salak.
“Setelah mau diautopsi baru bisa dilihat oleh istri dan keluarga. Kami hanya bisa memastikan mayat itu sepupu kami dari pakaiannya saja. Kami tidak diperbolehkan melihat wajah korban. Ternyata saat di RSU, wajah korban sudah hancur. Kami curiga ada motif kriminal,” kata Siketang.
“Untuk itu, kami minta Polri dapat mengungkap penyebab kematian NPB, karena kami nilai banyak kejanggalan,” ujarnya menambahkan.
Terpisah, Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahri Ramadan, saat dikonfirmasi Mistar, Rabu (25/3/2026), menjelaskan bahwa sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (18/3/2026), Satres Narkoba Polres Dairi dibantu personel Polsek Tigalingga dan Tanah Pinem melakukan penggerebekan terhadap warung di pinggiran Sungai Lau Gunung yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba, tepatnya di Dusun Lau Gunung, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem. Penggerebekan tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua orang terduga pelaku narkoba sebelumnya dari Desa Lau Sireme.
Disampaikan Syahri, saat penggerebekan berlangsung, sejumlah orang yang berada di lokasi diduga melarikan diri. Bahkan, ada yang melompat ke sungai. Petugas menemukan barang bukti sabu sekitar 7 gram dan kaca pireks yang baru digunakan.
“Tidak ada orang yang diamankan. Barang bukti yang ditemukan sekitar 7 gram kotor. Para terduga pelaku melarikan diri dan melompat ke sungai. Pemilik warung masih dalam penyelidikan,” kata Syahri.
Selain itu, sekitar lima unit sepeda motor yang diduga digunakan para terduga pengguna narkoba turut diamankan ke Polres Dairi. Syahri juga membenarkan sepeda motor yang diduga digunakan NPB dan HT ikut diamankan. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Ditinggal Pergi, Rumah Warga di Talawi Batu Bara Terbakar




















