Hanya Tiga dari Lima SPBU Beroperasi Picu Kelangkaan BBM di Dairi

Antrean kenderaan panjang berlapis di SPBU Jalan Pakpak. (foto: manru/mistar)
Dairi, MISTAR.ID – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Dairi terjadi sejak Selasa (30/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Kepala Bagian Perekonomian, Lipinus Sembiring, mengatakan antrean panjang terjadi karena hanya tiga dari lima SPBU di Dairi yang beroperasi.
"Dari informasi stok ketersediaan BBM saat operasional pagi di SPBU dan Pertashop di Dairi pada Rabu (1/7/2026), dari lima SPBU terdapat dua SPBU yang tidak beroperasi, sementara satu Pertashop tidak ada data," ujar Lipinus.
Ia merinci, SPBU Sasta Nomor 14.222.236 di Sitinjo memiliki stok Pertalite sebanyak 16.000 liter dan Bio Solar 16.000 liter. Sementara Pertamax dan Dexlite dalam kondisi kosong.
SPBU Naibaho Nomor 14.222.239 di Jalan Pakpak, Sidikalang, memiliki stok Pertalite 19.623 liter dan Bio Solar 8.000 liter. Sedangkan Pertamax dan Dexlite juga kosong. Untuk SPBU Simamora Nomor 14.222.243 di Batang Beruh, tidak terdapat data stok karena SPBU tersebut tidak beroperasi akibat gangguan pada peralatan internet.
"SPBU tersebut mengalami kerusakan peralatan internet dan saat ini sedang diperbaiki oleh pihak Pertamina. Untuk kepastian kapan kembali beroperasi, belum dapat ditentukan," katanya.
Sementara itu, SPBU UD Pinem Nomor 14.222.253 di Tigalingga memiliki stok Pertalite 24.937 liter dan Bio Solar 17.210 liter. Adapun Pertamax dan Dexlite kosong. SPBU Huta Imbaru Nomor 14.222.282 juga tidak memiliki data stok. Berdasarkan informasi yang diterima, seluruh BBM di SPBU tersebut telah habis.
Untuk Pertashop, UD Regar di Parbuluan tidak memiliki data stok. Sedangkan Pertashop Dosna Maju Bersama di Jalan Air Bersih hanya memiliki stok Pertamax sebanyak 2.046 liter dan Dexlite 1.301 liter, sementara Pertalite dan Bio Solar kosong.
Lipinus mengatakan, berdasarkan data Tim Pengawasan Migas, total stok BBM di Kabupaten Dairi pada Rabu pagi terdiri dari Pertalite 60.560 liter, Bio Solar 41.210 liter, Pertamax 2.046 liter, dan Dexlite 1.301 liter.
"Secara kuota, stok BBM seharusnya masih mencukupi. Namun karena hanya tiga SPBU yang beroperasi dari total lima SPBU, terjadi penumpukan kendaraan yang mengakibatkan antrean panjang," ujarnya.
Pantauan MISTAR di lapangan, Rabu (1/7/2026), antrean kendaraan mengular di SPBU Sitinjo dan SPBU Jalan Pakpak. Berdasarkan keterangan petugas SPBU, stok BBM telah habis sekitar pukul 13.00 WIB dan saat ini pasokan baru masih dalam proses pengiriman.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























