Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Banjir Meluas di Langkat: Ribuan Rumah Terendam, Dua Anak Meninggal Dunia

Mistar.idKamis, 27 November 2025 08.20
journalist-avatar-top
EJ
banjir_meluas_di_langkat_ribuan_rumah_terendam_dua_anak_meninggal_dunia

Kecamatan Besitang yang tergenang hingga dua meter. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Langkat, MISTAR.ID

Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat hingga, Kamis (27/11/2025), masih belum surut. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam membuat luapan air semakin meluas.

Tercatat sembilan kecamatan terdampak banjir, meliputi Besitang, Pematang Jaya, Brandan Barat, Sei Lepan, Babalan, Tanjung Pura, Batang Serangan, Padang Tualang, dan Gebang. Wilayah Besitang dan Brandan Barat menjadi lokasi terparah.

Ribuan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai dua meter. Di Kecamatan Besitang, sebagian rumah bahkan hanya menyisakan bagian atap. Kantor Koramil 14 Besitang pun ikut terendam hingga bagian atap. Banyak warga yang bertahan di atap rumah atau mengungsi ke dataran lebih tinggi.

Akses transportasi turut lumpuh. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada jalur Medan–Aceh tidak dapat dilalui karena ketinggian air mencapai dua meter, membuat jalan berubah menjadi seperti sungai. Sejumlah perahu dan sampan nelayan hilir mudik mengevakuasi warga di jalur tersebut.

Ratusan warga diperkirakan masih terjebak di rumah masing-masing. Kondisi diperparah dengan listrik padam dan hilangnya sinyal komunikasi, sehingga menyulitkan koordinasi.

Seorang warga Besitang, Nasril, meminta bantuan segera. “Masih banyak warga yang terjebak banjir di dalam rumah. Tolong kirim tim penyelamat dengan perahu, sampan, atau perahu karet,” ujarnya.

Ratusan warga telah mengungsi. Salah satu titik pengungsian berada di SMPN 1 Besitang.

Petugas mengevakuasi warga yang terdampak banjir. (foto: istimewa/mistar)

Sementara itu, Kecamatan Sei Lepan mendirikan empat posko pengungsian dan dapur umum, masing-masing di kantor camat, kantor Lurah Puraka, depan Puskesmas Sei Lepan, dan depan Batalyon 8 Marinir.

Camat Sei Lepan, Iqbal Ramadhan, menyebut hampir seluruh wilayahnya terdampak. “Korban banjir kami evakuasi sementara ke empat posko tersebut,” kata Iqbal.

Tragedi juga terjadi di Kecamatan Babalan. Dua anak berusia 2 dan 5 tahun meninggal dunia setelah mobil yang ditumpangi bersama kakeknya terperosok dan terguling ke parit saat berusaha menghindari banjir. Peristiwa itu terjadi, Rabu (26/11/2025) sore.

Hingga kini, belum ada data resmi dari Pemerintah Kabupaten Langkat terkait jumlah warga dan rumah yang terdampak banjir. Kepala BPBD Kabupaten Langkat belum memberikan respons saat dihubungi. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN