Warga Resah, Dugaan Peredaran Sabu Marak di Kampung Tempel Sergai

Dugaan transaksi narkoba secara terang-terangan di lokasi. (foto: dokumentasi warga/mistar)
Sergai, MISTAR.ID - Dugaan peredaran sabu di Dusun III Kampung Tempel, Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), dikeluhkan warga.
Salah satu warga yang minta identitasnya dirahasiakan, mengatakan transaksi sabu diduga masih berlangsung secara terbuka sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
“Transaksi di sini masih sangat bebas dan terang-terangan seperti tidak ada takutnya. Kami sebagai warga sudah sangat resah dengan keadaan ini,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Dirinya berharap polisi rutin melakukan razia dan menangkap pihak yang terbukti menjadi pengedar narkoba. “Kami sangat memohon kepada pihak kepolisian untuk turun langsung dan menggerebek para pelaku. Jangan biarkan kampung kami makin hancur karena narkoba,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun III Kampung Tempel berinisial T, mengaku telah mendengar adanya dugaan peredaran narkoba di wilayahnya. Namun, ia belum mengetahui siapa pihak yang terlibat.
“Kalau dengar-dengar ada juga, tapi tidak tahu siapa itunya,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Ia khawatir dugaan peredaran narkoba tersebut ada kaitannya dengan meningkatnya aksi pencurian sawit yang hampir setiap hari di sekitar kampung. “Hampir tiap hari. Seperti kemarin ada laporan pencurian sawit di proyek. Dari Polsek Dolok Masihul juga turun,” ujarnya.
Dikatakannya, saat dalam penyelidikan pencurian di lapangan, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan narkoba. “Harapan kami dilakukan penidakan," ucapnya.
Menanggapi dugaan maraknya sabu tersebut, Kasat Narkoba Polres Serdang Bedagai AKP Ericsson David mengatakan, informasi dari masyarakat menjadi bahan bagi kepolisian untuk memetakan dugaan peredaran narkotika di wilayah itu.
“Tidak ada ruang bagi pengedar. Kontribusinya itu bisa kita jadikan bahan kerjaan kita ke depan untuk memberantas semua peredaran narkoba yang ada di sana,” kata Ericsson.
David memastikan polisi tidak akan memberikan ruang bagi pengguna maupun pengedar narkotika. Untuk memberantas peredaran narkotika, polisi meminta dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
“Kami juga meminta kepada semua elemen masyarakat dan stakeholder yang ada di sana untuk mendukung kita. Karena situasi di sana medannya berbeda-beda, jadi kami perlu memapping, memprofiling daerah tersebut bagaimana untuk dapat kami melakukan tindakan itu sesuai dengan rencana aman dan baik,” tuturnya.























