Kondisi AGP, Bocah Korban Kekerasan di Dairi, Mulai Membaik

AGP saat menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSU Haji Medan terkait kondisinya. (foto:dokumen Dinkes Sumut/mistar)
Medan, MISTAR.ID (27/8/2026) — Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan turut menerima rujukan dan menangani seorang anak berinisial AGP, 7 tahun, yang mengalami tindakan kekerasan beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, drg. Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes., memberitahukan kondisi terkini AGP setelah dirawat beberapa hari di RSU Haji.
“Alhamdulillah, sejauh ini kondisi AGP sudah menunjukkan banyak perbaikan. Anak tersebut juga sudah terlihat lebih ceria dan tidak pucat lagi,” ujar Ulianda saat dikonfirmasi Mistar, Kamis (27/8/2026).
Dijelaskan Ulianda, kondisi pucat yang dialami AGP turut ditangani oleh Dokter Spesialis Anak RSU Haji, sehingga kondisi bocah asal Kabupaten Dairi terus menunjukkan perbaikan.
Lebih lanjut, Ulianda mengatakan AGP tiba di RSU Haji Medan pada 24 Agustus 2026, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang pada 21 Agustus 2026.
Dirinya menyebutkan kondisi AGP saat tiba di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terlihat agak murung dan anak tersebut mengalami sedikit pucat.
“Saat pertama kali diterima di RSU Haji Medan, kondisi AGP memang terlihat agak murung, kemudian ditemukan beberapa cedera, di antaranya pada tangan, serta luka kecil di bagian bahu, bibir, dan kepala,” katanya.
Sebelumnya, kasus itu mencuat saat pengakuan AGP, bocah asal Kabupaten Dairi, terkait penyiksaan yang dialaminya viral melalui unggahan akun Facebook Yanti Misbah Saraan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Mistar dari pihak RSUD Sidikalang, AGP mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Kepada pihak yang mendampinginya, AP mengaku disiksa oleh orang yang dikenalnya.
AP mengaku kepalanya dibenturkan ke dinding rumah, tubuhnya disiram air panas, bibirnya dibakar menggunakan api, lehernya diikat dengan tali charger ponsel, serta dipukul menggunakan sapu lidi hingga lemas. Selain itu, AP juga mengaku jarang diberi makan oleh pengasuhnya. (hm27)























