Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Terungkap! Freya JKT48 Datangi Polres Jaksel Usai Foto Dimanipulasi AI

Mistar.idKamis, 12 Maret 2026 17.15
journalist-avatar-top
terungkap_freya_jkt48_datangi_polres_jaksel_usai_foto_dimanipulasi_ai

Freya JKT48 (Foto: Instagram)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kapten Freya JKT48 atau yang memiliki nama lengkap Raden Rara Freyanasifa Jayawardana menjalani pemeriksaan klarifikasi di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (12/3/2026). Kehadirannya bukan terkait aktivitas hiburan, melainkan untuk menindaklanjuti laporan dugaan manipulasi foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Kasus ini berkaitan dengan penyebaran gambar yang diduga telah dimanipulasi menggunakan teknologi deepfake. Langkah hukum yang diambil Freya menjadi sorotan karena ia secara terbuka melawan penyalahgunaan teknologi digital yang merugikan reputasi seseorang.

Tegas Melawan Pelecehan Digital

Sebagai kapten dari JKT48, Freya tidak hanya tampil sebagai idola di atas panggung, tetapi juga menunjukkan sikap tegas dalam melindungi martabat pribadi serta citra grupnya.

Manajemen JKT48 menyatakan bahwa langkah hukum tersebut diambil untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penggunaan teknologi AI memiliki batasan hukum yang harus dihormati.

Kasus ini disebut berkaitan dengan aktivitas akun anonim di media sosial yang diduga menyebarkan konten manipulasi foto. Laporan tersebut diharapkan menjadi contoh penting agar penyalahgunaan teknologi digital tidak semakin meluas.

Bukti Dikumpulkan Sejak 2022

Menurut keterangan tim hukum, Freya telah mengumpulkan bukti dugaan manipulasi foto sejak 2022. Selama beberapa tahun, bukti-bukti tersebut dikumpulkan sebelum akhirnya laporan resmi diajukan pada Februari 2026.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Freya dalam menghadapi kasus ini sekaligus memperkuat dasar hukum dalam proses penyelidikan.

Laporan ini juga menggunakan dasar hukum terbaru, yakni Undang‑Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, yang mengatur berbagai pelanggaran di ruang digital termasuk penyebaran konten manipulatif yang merugikan pihak lain.

Dukungan Publik Mengalir

Tindakan Freya mendapat dukungan luas dari penggemar serta sejumlah aktivis yang fokus pada isu keamanan digital dan perlindungan perempuan di internet.

Banyak warganet menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberanian figur publik dalam melawan pelecehan siber. Selain itu, kasus ini juga dianggap penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya deepfake dan manipulasi konten berbasis AI.

Dengan membawa kasus ini ke ranah hukum, Freya berharap ada efek jera bagi pelaku serta perlindungan yang lebih kuat bagi individu yang menjadi korban penyalahgunaan teknologi.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN