Usai Punggahan, Pengamat Ekonomi: Konsumsi Warga Sumut Diproyeksi Normal Kembali

Pedagang bahan pokok di Pasar Sukaramai. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Setelah sempat mengalami lonjakan tajam pada masa punggahan atau H-5 hingga H-1 Ramadan, aktivitas belanja masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) diproyeksikan kembali melandai.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai pola konsumsi warga akan memasuki fase stabil dalam 20 hari ke depan sebelum kembali meningkat menjelang Idulfitri.
Penurunan aktivitas ini mulai terlihat dari berkurangnya intensitas pemotongan sapi di rumah potong hewan serta laporan para pedagang pasar mengenai sepinya pembeli pada hari pertama Ramadan.
"Setelah lonjakan belanja masyarakat pada H-5 hingga H-1 Ramadan, belanja masyarakat diproyeksikan kembali mengalami penurunan. Hal ini tergambar salah satunya dari penurunan aktivitas pemotongan sapi di wilayah Sumut. Setidaknya ada 20 hari dalam bulan Ramadan di mana tren belanja sedikit turun dan berada sedikit di atas rata-rata harian normal," kata Gunawan, Minggu (22/2/2026).
Gunawan menjelaskan selama bulan puasa, serapan komoditas pangan tertentu justru berpeluang menurun karena banyak pedagang kuliner tidak berjualan di siang hari. Sebagai contoh, permintaan daging sapi yang sangat bergantung pada pedagang bakso diprediksi akan stabil atau bahkan turun.
Namun, beberapa komoditas tertentu tetap akan mencatatkan kenaikan permintaan dibandingkan hari biasa karena menjadi bahan baku takjil dan makanan berbuka.
"Sejumlah komoditas pangan yang tetap mengalami kenaikan permintaan selama Ramadan di antaranya gula pasir, tepung, minyak goreng, kelapa, hingga buah-buahan. Sementara untuk komoditas sumber protein seperti daging sapi, ayam, telur, dan ikan, permintaannya akan kembali stabil," ucapnya.
Meskipun permintaan melandai, Gunawan memperingatkan harga barang pokok belum tentu turun secara drastis. Ia memprediksi harga sumber protein akan kembali ke level sebelum masa punggahan, namun pengecualian terjadi pada komoditas cabai.
"Harga beberapa komoditas sumber protein akan kembali sama dengan harga sebelum H-5 Ramadan, kecuali komoditas cabai yang tengah mencari titik keseimbangan baru di tengah gangguan panen yang dihadapi petani," ujar Gunawan.
Secara keseluruhan, Gunawan menilai stok pangan lokal dari wilayah Sumut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Gangguan pasokan di tingkat lokal dinilai minim, sehingga fluktuasi harga lebih disebabkan oleh faktor permintaan musiman dan pengaruh kenaikan harga dari luar wilayah Sumut.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), mengingat stok nasional dalam kondisi surplus dan pola konsumsi cenderung stabil hingga pekan terakhir Ramadan. (hm25)
BERITA TERPOPULER




















