Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Stok Emas Fisik di Medan Mulai Inden, Pengamat Ingatkan Risiko Penimbunan

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 pukul 12.09 WIB
stok_emas_fisik_di_medan_mulai_inden_pengamat_ingatkan_risiko_penimbunan

Masyarakat yang membeli emas di salah satu toko emas. (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Fenomena kelangkaan stok emas fisik di butik resmi dan toko emas di Kota Medan mulai memicu kekhawatiran masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menyebutkan bahwa kondisi pasar saat ini memaksa banyak pedagang menerapkan sistem pesan terlebih dahulu atau inden.

Berdasarkan hasil pantauan lapangannya, Gunawan mengonfirmasi adanya celah yang lebar antara kecepatan produksi dan lonjakan permintaan masyarakat yang sangat tinggi. Namun, ia juga memberikan catatan khusus terkait isu penimbunan yang mulai mencuat di kalangan konsumen.

"Dari hasil pemantauan langsung ke lapangan, saat ini banyak toko yang menjual emasnya secara inden. Harga ditetapkan di awal transaksi dan kesepakatan itu berlaku hingga serah terima barang nantinya. Kalau masyarakat mengeluhkan minimnya pasokan di butik, itu tidak jauh berbeda dengan temuan saya sejauh ini," kata Gunawan, Rabu (11/2/2026).

Terkait dugaan adanya oknum pedagang yang sengaja menahan stok untuk meraup keuntungan lebih, Gunawan menilai tindakan tersebut sangat berisiko secara ekonomi.

Di tengah harga emas yang sudah sangat mahal dan bersifat fluktuatif (volatile), menimbun barang justru bisa memicu kerugian besar bagi pemilik usaha jika harga tiba-tiba terkoreksi.

"Menimbun emas dengan harga yang sudah sangat mahal saat ini punya risiko rugi yang cukup besar. Pedagang yang menimbun itu uangnya bakal terbenam. Justru di tengah ketidakpastian saat ini, menimbun emas bisa menjadi bumerang yang merusak bisnis pedagang karena toko mereka jadi kurang bersaing," ucapnya.

Sebagai solusi atas keterbatasan fisik emas, masyarakat mulai melirik investasi emas secara digital atau daring (online). Meski praktis, Gunawan mengingatkan agar masyarakat tidak gegabah dalam memilih platform transaksi agar terhindar dari potensi penipuan atau gagal serah terima barang.

"Jika keterbatasan pasokan emas fisik disiasati dengan membeli emas secara digital, maka yang perlu dilakukan adalah memastikan toko online tersebut memiliki rekam jejak yang bagus, tidak pernah tersandung kasus gagal serah terima, dan memiliki reputasi nama yang terjamin," ujarnya.

Hingga saat ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic buying yang justru akan memperparah kelangkaan stok di pasar lokal Sumatera Utara. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN