Surplus Luar Biasa: Bulog Sumut Jamin Stok Beras dan Minyakita Aman Hingga Ramadan 2026

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto saat konferensi pers. (Foto: Amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) membawa kabar optimis bagi masyarakat dalam mengawali tahun baru 2026. Selain stok beras yang melimpah, Bulog memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi, Minyakita, dalam kondisi surplus besar dan siap memenuhi kebutuhan hingga masa Ramadan mendatang.
Kepastian ini didasarkan pada regulasi terbaru, yakni Permendag Nomor 43, yang memberikan mandat strategis kepada Bulog dan ID Food untuk mengelola distribusi minyak goreng di Indonesia.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan dalam aturan baru tersebut, sebanyak 35 persen dari alokasi Domestic Market Obligation (DMO) produsen harus didistribusikan melalui Bulog dan ID Food.
Dari jatah 35 persen tersebut, Bulog mendapatkan porsi dominan sebesar 70 persen untuk disalurkan ke masyarakat.
“Pemerintah betul-betul memberikan kebijakan yang pro terhadap pengendalian harga. Tahun 2026, kita tidak hanya bicara soal beras, jagung, atau gula, tapi juga kendali penuh pada minyak goreng. Saya yakin stok aman sampai Ramadan nanti,” kata Budi, Kamis (1/1/2026).
Budi memaparkan data yang menunjukkan posisi kuat Sumatera Utara sebagai produsen minyak goreng nasional. Dengan keberadaan 24 perusahaan refinery di Sumut, total produksi minyak goreng (Premium dan Minyakita) diperkirakan mencapai 54 juta liter per bulan.
Baca Juga: Distribusi Terkendala Bencana, Bulog Sumut Ajukan Perpanjangan Bantuan Pangan Hingga 31 Januari 2026
Kekuatan produksi ini terlihat dari kontribusi Sumut dalam menyuplai wilayah lain, seperti konsumsi bulanan Sumut (Premium dan Minyakita) hanya sekitar 15,5 juta liter, sehingga terdapat surplus yang sangat besar.
Pada program bantuan pangan gratis sebelumnya, Sumut menyuplai hampir 5 juta liter minyak goreng untuk kebutuhan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Meskipun menjadi penyuplai wilayah lain, Budi menekankan pentingnya mengamankan kebutuhan dan harga di tingkat lokal terlebih dahulu sebelum mengirimkan surplus ke luar daerah.
"Sumatera Utara ini produsen. Jadi amankan dulu harga di Sumut, baru suplai ke wilayah lain. Dengan adanya keterlibatan Bulog dan ID Food dalam distribusi 35 persen DMO, stabilitas harga di pasar-pasar tradisional akan jauh lebih terkendali," ucapnya.
Optimisme ini menjadi angin segar bagi warga Sumatera Utara, mengingat minyak goreng dan beras sering kali menjadi pemicu inflasi saat memasuki bulan suci Ramadan. Dengan jaminan stok untuk empat bulan ke depan, Bulog memastikan rantai pasok tidak akan terganggu.






















