Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Pangan Mulai Melandai, BI Sumut Fokus Bangun Ekosistem Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Mistar.idKamis, 1 Januari 2026 18.33
journalist-avatar-top
AA
harga_pangan_mulai_melandai_bi_sumut_fokus_bangun_ekosistem_ketahanan_pangan_berkelanjutan

Deputi Direktur BI Sumut, Abdul Khalim. (Foto: Amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mencatat tren positif pada pergerakan harga komoditas hortikultura di wilayah konsumen utama seperti Medan dan Deli Serdang. Kelancaran distribusi pascabencana menjadi faktor kunci menurunnya harga cabai dan bawang yang sempat melonjak tajam.

Deputi Direktur BI Sumut, Abdul Khalim, memberikan apresiasi atas kesigapan pemerintah daerah dalam memulihkan akses logistik. Upaya perbaikan jalur transportasi yang sebelumnya terputus akibat longsor dan banjir terbukti ampuh mempercepat aliran pasokan dari daerah sentra produksi ke pasar.

“Pasokan hortikultura kini semakin meningkat sehingga harga cabai dan bawang yang sebelumnya mahal, trennya sudah menurun. Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang sigap menganalisa dan memperbaiki jalan-jalan yang terkena bencana,” kata Khalim, Kamis (1/1/2026).

Khalim menjelaskan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut secara konsisten mendorong penguatan dari sisi hulu.

Kolaborasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan petani tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat melalui tiga pilar utama, pertama bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk optimalisasi hasil panen.

Kemudian, bersama Dinas Perindustrian guna menciptakan nilai tambah produk pertanian. Terakhir menggandeng Dinas UMKM untuk memperkuat struktur organisasi petani.

“Target kami adalah membangun ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan ekosistem yang kuat, diharapkan petani bisa jauh lebih sejahtera ke depannya,” ujarnya.

Bank Indonesia juga terus mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pelaku usaha untuk memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD). Strategi ini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga saat terjadi ketimpangan suplai.

Melalui skema KAD, Sumatera Utara dapat mendatangkan pasokan dari wilayah lain saat harga lokal merangkak naik. Sebaliknya, saat terjadi kelebihan suplai yang berisiko menjatuhkan harga di tingkat petani, kelebihan tersebut dapat dikirim ke wilayah lain yang harganya lebih tinggi.

“Langkah ini memastikan pasokan terjaga saat harga naik, dan melindungi petani saat terjadi kelebihan suplai dengan mengirimnya ke daerah yang membutuhkan,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN