IHSG Dinilai Belum Sesuai, Menkeu Purbaya Prediksi 2026 Bisa Lebih dari 10.000

Pekerja menatap layar monitor yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penghujung 2025 belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan rancangan awal pemerintah. Kendati demikian, ia optimistis penyelarasan kebijakan ekonomi ke depan akan menjadi pendorong kuat bagi penguatan IHSG pada tahun berikutnya.
“Oh, iya lah (tahun depan IHSG to the moon). Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).
Optimisme tersebut, menurut Purbaya, bertumpu pada perbaikan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter, serta kondisi ekonomi nasional yang dinilainya kian menguat. Dengan fondasi itu, ia meyakini laju pasar saham domestik akan lebih agresif dibandingkan periode sebelumnya.
Saat ditanya soal proyeksi IHSG pada 2026, Purbaya menilai indeks berpeluang menembus level psikologis baru, bahkan melampaui perkiraan banyak pihak.
“(IHSG) 10 ribu tahun depan? Oh lebih lah. Lebih kalau tahun depan ya. Akhir tahun depan kan? Lebih pasti,” katanya.
Sebelumnya, Purbaya juga pernah mengungkap keyakinan bahwa IHSG berpotensi mencapai level 9.000 seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah. Dalam jangka panjang, ia bahkan memperkirakan indeks bisa menembus angka 32.000 dalam kurun waktu sepuluh tahun, sejalan dengan pulihnya kepercayaan publik dan pelaku pasar.
Untuk menopang optimisme tersebut, pemerintah telah mengalirkan dana sekitar Rp200 triliun ke dalam sistem keuangan nasional guna memperkuat likuiditas. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi sekaligus menggerakkan pasar keuangan.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak 24 kali sepanjang 2025. Catatan tersebut menunjukkan performa positif pasar modal dalam setahun terakhir.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan, rekor itu dihitung secara konsisten pada setiap penutupan perdagangan. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara regulator, bursa, dan seluruh pelaku pasar.
Secara tahunan, kinerja IHSG pada 2025 juga tercatat lebih kuat dibandingkan 2024. Dari level sekitar 7.000, indeks kini bergerak di atas angka 8.000. Data RTI menunjukkan IHSG terakhir berada di kisaran 8.584 hingga 8.663. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Menteri Keuangan Beri Penjelasan Mengenai Kenaikan Gaji ASN 2026BERITA TERPOPULER




















