Stok Minyakita di Sumut Capai 5,4 Juta Liter, Bulog Minta Warga Tak Panik

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto saat memastikan ketersediakan bahan pokok di salah satu pasar tradisional di Medan. (Foto: Dokumentasi Bulog Kanwil Sumut)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memberikan jaminan kuat terkait ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Salah satu poin krusial adalah ketersediaan minyak goreng subsidi yang melimpah untuk meredam kekhawatiran warga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya menguasai stok minyak goreng dalam jumlah besar untuk didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dan ritel.
“Bulog Kanwil Sumut memiliki stok Minyakita sekitar 5,4 juta liter. Persediaan ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk disalurkan melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sampai Lebaran nanti,” kata Budi, Selasa (10/3/2026).
Selain minyak goreng, ketahanan stok beras di Sumut juga berada dalam posisi yang sangat aman. Hingga saat ini, stok CBP di gudang-gudang Bulog Sumut tercatat mencapai sekitar 53.000 ton.
Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan masifnya penyerapan gabah hasil panen petani lokal di sejumlah sentra produksi seperti Langkat, Simalungun, dan Deli Serdang. Strategi penyerapan dalam negeri ini menjadi kunci Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Dengan ketersediaan stok yang mencapai puluhan ribu ton beras dan jutaan liter minyak goreng, Bulog meminta masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan normal.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” ucap Budi menutup keterangannya.
Langkah penguatan distribusi dan penyerapan produksi dalam negeri ini diharapkan dapat menjadi “bumper” yang efektif bagi ekonomi Sumatera Utara dalam menghadapi fluktuasi harga pangan di masa mendatang. (hm25)





















