SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru Dekat IKN: Potensi Ekonomi Capai Rp2,5 Triliun

Ilustrasi sumur minyak. (foto: SKK Migas/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Sebanyak 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru ditemukan di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang berada tidak jauh dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Temuan tersebut diperkirakan memiliki potensi nilai ekonomi hingga Rp2,5 triliun.
Informasi itu disampaikan Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, usai bertemu Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Grand Makarti Kementerian Transmigrasi, beberapa hari lalu.
“Kami mendapat informasi dari Kepala SKK Migas mengenai potensi 13 sumur minyak dan gas baru yang berada di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,” ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Menurut Iftitah, temuan tersebut menjadi momentum penting dalam transformasi kawasan transmigrasi. Ia berharap keberadaan potensi migas dapat mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ia juga menegaskan kawasan transmigrasi tidak hanya identik dengan sektor pangan dan pertanian, tetapi memiliki peluang besar di sektor energi dan sumber daya alam lainnya.
Sementara itu, Djoko Siswanto mengatakan kegiatan eksplorasi migas di kawasan tersebut akan segera dimulai. Proses pengeboran direncanakan berlangsung secara bertahap mulai Juni 2026 terhadap seluruh sumur yang telah teridentifikasi.
“Terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi yang telah memberikan dukungan sehingga eksplorasi dan produksi dapat segera dilakukan. Bulan depan kami mulai pengeboran,” katanya.
Selain penemuan 13 sumur baru, tercatat terdapat 79 sumur migas yang masih aktif beroperasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Transmigrasi dan SKK Migas juga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait sinergi pelaksanaan kegiatan usaha hulu migas di kawasan transmigrasi dan area hak pengelolaan transmigrasi.
Kerja sama itu mencakup pertukaran data, pemanfaatan lahan, serta integrasi perencanaan antara pengembangan kawasan transmigrasi dan kegiatan industri hulu migas.
Langkah tersebut disebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi pembangunan wilayah berbasis potensi daerah.























