Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Sektor Manufaktur AS Menguat, Rupiah Kembali Melemah ke Level 17.950

Mistar.idRabu, 24 Juni 2026 pukul 11.08 WIB
sektor_manufaktur_as_menguat_rupiah_kembali_melemah_ke_level_17950

Ilustrasi nilai tukar rupiah. (foto: rm/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan, Rabu (24/6/2026). Rupiah terpantau turun ke level Rp17.950 per Dolar AS dan berpotensi menembus angka psikologi Rp18.000 pada perdagangan hari ini.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan melemahnya rupiah merupakan anomali di tengah tensi geopolitik di Timur Tengah. Menurut Gunawan, rupiah didominasi oleh rilis data ekonomi AS dan juga faktor domestik.

"Kinerja sektor manufaktur AS mengalami penguatan. Data S&P Global Manufacturing PMI AS pada bulan Juni naik menjadi 55.7, yang berarti masih berada di jalur ekspansi," ujarnya.

Data manufaktur yang membaik memicu kinerja USD Index naik ke level 101,4. Hal ini memperkuat posisi Dolar AS mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah.

Membaiknya data manufaktur tersebut memicu kenaikan kinerja USD Index ke kisaran level 101.4. Kondisi ini memperkuat posisi Dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah.

Saat ini, kesepakatan damai Iran-AS berhasil menekan harga minyak mentah dunia. Untuk jenis WTI, saat ini ditransaksikan pada kisaran 72 Dolar AS per barel dan Brent 76 Dolar per barel.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6,128 pada perdagangan pagi ini. Namun, pasar saham tersebut gagal menular ke mata uang rupiah.

Gunawan menilai kontradiksi antara penguatan IHSG dan terpuruknya rupiah mengindikasikan adanya tekanan yang lebih kuat dari dalam negeri.

"Tekanan pada pasar keuangan domestik (rupiah) yang masih berlangsung saat ini seakan mengabaikan sentimen positif geopolitik," ucapnya.

Saat ini, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see untuk mencermati pembentukan harga minyak mentah pasca-perjanjian damai dan memastikan stabilitas keamanan di Timur Tengah ke depan.