Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Kian Tertekan, Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS di Tengah Penguatan Greenback

Mistar.idRabu, 24 Juni 2026 pukul 16.11 WIB
rupiah_kian_tertekan_nyaris_sentuh_rp18000_per_dolar_as_di_tengah_penguatan_greenback

Ilustrasi, Rupiah Kian Tertekan, Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS di Tengah Penguatan Greenback. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (24/6/2026) – Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mendekati ambang psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada Rabu (24/6/2026), rupiah dibuka di kisaran Rp17.900 per dolar AS, melemah sekitar 0,36 persen. Rupiah bergerak di rentang Rp17.931–Rp17.960, melanjutkan tren pelemahan dari penutupan sebelumnya di Rp17.835. Secara tahun berjalan, depresiasi rupiah telah mencapai sekitar 7,66 persen.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS. Indeks dolar (DXY) tercatat naik ke level 101,432, tertinggi dalam lebih dari 13 bulan.

Menguatnya dolar dinilai sebagai cerminan tingginya minat investor global terhadap aset berbasis greenback, yang sekaligus mempersempit ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Faktor utama datang dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang semakin ketat. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Juli sebesar 36,3 persen, naik dari 8,5 persen. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai 69,1 persen, meningkat dari 29,1 persen.

Bahkan, proyeksi suku bunga The Fed naik menjadi 3,8 persen pada 2026 dan 3,6 persen pada 2027.

Kondisi ini memicu fenomena higher for longer, yakni suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Dampaknya, arus modal global cenderung kembali ke Amerika Serikat dan menekan mata uang negara berkembang (emerging markets).

Di tengah ketidakpastian global, pasar cenderung menghindari risiko (risk-off). Investor memilih aset aman seperti dolar AS dan obligasi Amerika Serikat.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN