Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rekor Baru, Bulog Serap 3 Juta Ton Beras Petani Jamin Cadangan Pangan Nasional

Mistar.idKamis, 4 Juni 2026 07.00
journalist-avatar-top
AA
rekor_baru_bulog_serap_3_juta_ton_beras_petani_jamin_cadangan_pangan_nasional_

Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, memantau serapan gabah dan beras hasil petani. (foto: Bulog Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Perum Bulog kembali mencatatkan capaian monumental dalam pelaksanaan penugasan pemerintah untuk pengadaan pangan domestik. Hingga Rabu, 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras hasil panen petani secara nasional resmi menembus angka 3.008.626 ton setara beras (3,01 juta ton).

Capaian fantastis dalam waktu kurang dari enam bulan ini setara dengan 75 persen dari total target nasional sebesar 4 juta ton yang dipatok pemerintah untuk sepanjang tahun 2026.

Moncernya angka penyerapan ini sekaligus menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan pangan modern, di mana stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG saat ini berada pada level tertinggi, yakni telah melampaui 5 juta ton.

Keberhasilan penguatan ketahanan pangan di tingkat pusat tidak terlepas dari sokongan performa kinerja wilayah.

Secara khusus, Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara ikut menyumbang andil besar dengan merealisasikan volume serapan sebesar 14.992,34 ton beras di wilayah kerjanya.

Pimpinan Perum BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari komitmen korporasi untuk terus mengawal hulu pertanian pasca-panen sekaligus mengamankan buffer stok daerah.

"Realisasi serapan sebesar 14.992,34 ton beras di wilayah kerja Kanwil Sumut menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," kata Budi, Rabu (3/6/2026).

Menurut Budi, bergairahnya serapan gabah domestik ini menjadi bukti konkret bahwa kebijakan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering berjalan efektif di lapangan.

Aturan ini mampu memberikan kepastian pasar serta melindungi petani dari kejatuhan harga di tingkat tengkulak.

Budi menambahkan, rekor serapan ini merupakan hasil kerja kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari kelompok tani, penyuluh pertanian, penggilingan padi, Pemda, TNI, Polri, hingga kesigapan insan BULOG di gudang-gudang filal.

"Keberhasilan serapan ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," ucap Budi.

Dengan amunisi stok CBP yang melimpah melampaui 5 juta ton, BULOG memastikan posisi Indonesia sangat aman dalam memitigasi potensi gejolak pasar akibat ketidakpastian global maupun faktor iklim.


Pasokan yang kokoh ini siap digelontorkan sewaktu-waktu untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), jatah Bantuan Pangan rutin, hingga penanggulangan bencana alam.

Melihat masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah lumbung padi strategis, Perum BULOG optimistis target sisa pengadaan sebesar 25 persen lagi dapat rampung dan melampaui target sebelum tutup tahun 2026.

Sinergi penyerapan di tingkat lapangan akan terus dipacu guna mengukuhkan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN