Thursday, July 2, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Sumut: MinyaKita Stabilkan Harga, Digitalisasi Distribusi Jadi Prioritas

Mistar.idKamis, 14 Mei 2026 pukul 16.57 WIB
bulog_sumut_minyakita_stabilkan_harga_digitalisasi_distribusi_jadi_prioritas

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Program minyak goreng rakyat MinyaKita dinilai memberikan dampak positif terhadap stabilitas kebutuhan rumah tangga di Sumatera Utara (Sumut) selama satu tahun terakhir.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan kehadiran MinyaKita membantu masyarakat memperoleh kepastian harga melalui penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut Budi, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan respons masyarakat cukup positif. Sebelum program MinyaKita berjalan, harga minyak goreng kemasan bermerek kerap mengalami fluktuasi, terutama menjelang hari besar.

“Masyarakat merasa lebih terbantu karena ada kepastian harga melalui HET. Konsumen sekarang juga semakin cerdas. Mereka tidak mempermasalahkan kemasan sederhana selama kualitas minyak tetap baik dan harganya terjangkau,” ujar Budi, Kamis (14/5/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala distribusi yang menyebabkan stok di beberapa daerah sempat langka dan harga melampaui ketentuan HET.

Budi menjelaskan, persoalan utama terletak pada rantai distribusi yang panjang dari produsen hingga ke konsumen akhir, sehingga memicu kenaikan harga. Selain itu, praktik penimbunan oleh oknum tertentu juga disebut turut memengaruhi ketersediaan barang di pasaran.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memperketat pengawasan distribusi, termasuk penerapan pembelian menggunakan identitas seperti KTP atau aplikasi tertentu untuk pembelian dalam jumlah besar guna mencegah aksi borong.

Budi menilai tantangan terbesar distribusi pangan di Sumatera Utara adalah kondisi geografis wilayah yang luas, terutama dalam menjangkau daerah pelosok. Karena itu, ia mendorong penguatan sistem digitalisasi distribusi dan logistik pangan agar pengawasan stok dapat dilakukan secara real-time.

“Daerah pelosok masih sering mengalami kendala akses distribusi. Ke depan, kami berharap sistem digitalisasi bisa lebih matang sehingga kondisi stok di setiap daerah dapat dipantau lebih cepat sebelum terjadi kelangkaan,” katanya.

Bulog Sumut, lanjutnya, berkomitmen terus memperbaiki jalur distribusi agar MinyaKita dapat diterima masyarakat secara merata dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN