Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Program GPM Dinilai Efektif Jaga Stabilitas Harga Pangan

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 pukul 10.46 WIB
program_gpm_dinilai_efektif_jaga_stabilitas_harga_pangan

Masyarakat antre membeli beras SPHP di Gerakan Pasar Murah Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Intervensi pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Sumatra Utara (Sumut) dinilai efektif meredam lonjakan harga pangan menjelang Lebaran. Meski permintaan masyarakat meningkat tajam, harga sejumlah komoditas utama justru terpantau stabil. Beberapa bahkan cenderung menurun.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan tahun sebelumnya harga daging di angka Rp160.000 per kilogram (kg). Saat ini, terpantau lebih terkendali di harga Rp137.000 hingga Rp144.000 per kg (berdasarkan dara PIHPS).

Berbeda dengan daging ayam yang mengalami tren penurunan harga. Sebelum Ramadan, harga sempat menyentuh Rp41.000 per kg, saat ini di tingkat pedagang justru ditransaksikan Rp40.000 per kg. Dalam sepekan terakhir, harga rata-rata daging ayam di Medan turun dari Rp43.500 menjadi Rp42.200 per kg.

Komoditas cabai merah yang biasanya menjadi penyumbang inflasi signifikan juga menunjukkan stabilitas yang mengejutkan. Meski sempat menyentuh angka Rp40.000 per kg di awal pekan ini, posisinya masih berada dalam rentang harga sebelum Ramadan, yakni di kisaran Rp29.000 hingga Rp42.000 per kg.

"Harga kebutuhan pokok masyarakat diproyeksikan tetap stabil hingga Idulfitri. Ini pencapaian positif mengingat lompatan demand (permintaan) menjelang Lebaran selalu lebih tinggi karena adanya tambahan daya beli masyarakat dari THR dan bonus," kata Gunawan, Rabu (18/3/2026).

Gunawan menilai kesuksesan menjaga stabilitas harga ini tidak lepas dari peran aktif GPM yang mampu mengimbangi tekanan permintaan di pasar tradisional. Program ini dianggap sebagai "bumper" yang efektif melindungi masyarakat dari spekulasi harga.

"Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meredam gejolak harga dalam rangkaian GPM ini sangat layak diapresiasi. Pola kenaikan yang biasanya liar di H-7 Lebaran berhasil diredam sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," ucapnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN