Jelang Idulfitri, Harga Daging dan Bumbu Dapur di Pasar Dwikora Siantar Melambung

Suasana H-3 Idulfitri 2026 di Pasar Dwikora, Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
H-3 Idulfitri 1447 Hijriah/2026, harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Dwikora, Kota Pematangsiantar, terpantau merangkak naik secara signifikan. Lonjakan harga ini terjadi pada kebutuhan utama masyarakat, mulai dari daging sapi, ayam, hingga bumbu dapur.
Pantauan wartawan di Pasar Dwikora pada Rabu (18/3/2026), aktivitas belanja warga terlihat padat meski sejumlah harga pangan mengalami kenaikan harga.
Adapun komoditas pangan yang naik seperti cabai rawit Rp25.000 sebelumnya Rp20.000 per kilogram, cabai merah Rp36.000 sebelumnya Rp16.000 per kilogram, cabai hijau Rp20.000 sebelumnya Rp12.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 sebelumnya Rp24.000 per kilogram, dan bawang putih Rp25.000 sebelumnya Rp20.000 per kilogram.
Begitu juga dengan harga daging ayam potong yang mengalami kenaikan menjadi Rp40.000 dari sebelumnya Rp38.000 per kilogram, daging ayam merah Rp55.000 dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi Rp150.000 dari sebelumnya Rp130.000 per kilogram.
Para pedagang mengaku kenaikan ini merupakan siklus tahunan yang sulit dihindari akibat tingginya permintaan konsumen menjelang Lebaran.
“Memang sudah biasa begini kalau mau hari besar keagamaan, pasti harga naik. Permintaan dari pembeli meningkat tajam, sementara pasokan dari agen juga terbatas. Kami pedagang hanya menyesuaikan harga modal yang memang sudah tinggi dari atas,” ujar Roslina, salah seorang pedagang cabai dan bawang.
Kenaikan harga yang terjadi secara serempak ini, dikeluhakn para pembeli, terutama ibu rumah tangga yang harus memutar otak mengatur anggaran dapur demi sajian hari raya.
“Semua naik serentak, daging mahal, cabai dan bawang juga ikut melambung. Padahal ini kebutuhan pokok untuk memasak menyambut Idulfitri. Kami sebagai rakyat kecil sangat terbebani,” keluh Rahma, salah satu pembeli di pasar.
Masyarakat pun mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar segera mengambil tindakan nyata untuk mengendalikan situasi tersebut.
“Seharusnya pemerintah melalui dinas terkait segera turun tangan untuk menstabilkan harga di pasar. Minimal ada operasi pasar atau sidak ke agen-agen besar, supaya kenaikannya tidak terlalu liar dan tetap terjangkau oleh masyarakat,” tuturnya.
Hingga saat ini, warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah setempat untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga kestabilan harga hingga hari kemenangan tiba. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Program GPM Dinilai Efektif Jaga Stabilitas Harga PanganBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















