Wednesday, September 30, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Masyarakat Kewalahan Cari Beras SPHP di Medan

Mistar.idRabu, 30 September 2026 pukul 20.45 WIB
masyarakat_kewalahan_cari_beras_sphp_di_medan

Bulog Sumut saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Warga Kota Medan keluhkan sulit mendapatkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar-pasar tradisional.

Akibatnya, banyak masyarakat yang terpaksa membayar lebih untuk membeli beras medium dan premium demi memenuhi kebutuhan pokok di tengah ketidakpastian ekonomi.

Seorang pedagang beras di Pasar Sukaramai menyebutkan, SPHP memang sulit ditemukan. Kondisi tersebut sudah terjadi beberapa hari.

“Susah SPHP memang, banyak yang cari tapi barangnya nggak ada. Sudah beberapa hari ini memang tidak ada,” kata salah seorang penjual, Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, salah seorang penjual bahan pokok di Pasar Sei Sikambing, Zulkhairi, mengungkapkan beras SPHP di gerainya masih memiliki persediaan. Ia juga menyampaikan bahwa tidak mengalami kesulitan saat memasok SPHP.

“Sekarang masih aman untuk persediaan SPHP, tapi memang ada beberapa masyarakat yang tanya, ada kemungkinan habis atau tidak SPHP ini. Saya cuma jawab belum tahu, tapi sekarang masih ada berasnya,” ucapnya.

Melihat beras SPHP yang mulai sulit ditemukan, seorang ibu rumah tangga, Ninit, mengaku cukup kewalahan mencari pengganti beras medium lainnya. Ia mengaku keberatan mengganti beras SPHP yang merupakan beras medium dengan beras kualitas premium.

“Untuk kami yang kesulitan perekonomian ini, SPHP benar-benar penolong. Kami nggak dapat beras bantuan dari pemerintah karena mungkin masalah desil ya, makanya kami berharapnya ke SPHP. Karena tidak semua masyarakat mendapat beras bantuan,” ujarnya.

Ninit berharap agar SPHP tidak hanya dijual saat kegiatan pasar murah, tetapi juga memenuhi pasar-pasar tradisional. Menurutnya, tidak semua orang memiliki waktu untuk datang ke pasar murah.

“Pasar murah itu sangat bagus, tapi kalau bisa di pasar tradisional juga. Mungkin lagi habis stoknya atau bagaimana, tapi kami berharap dapat lebih diperbanyak stok di pasar. Karena kami punya waktunya subuh untuk ke pasar, atau kalau pagi-pagi paling Minggu,” tuturnya. (hm25)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN