Friday, September 25, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kredit Bank Umum di Sumut Tumbuh 7,67 Persen, NPL Masih 1,96 Persen

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 17.34 WIB
kredit_bank_umum_di_sumut_tumbuh_767_persen_npl_masih_196_persen

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito. (foto: dok Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Penyaluran kredit Bank Umum di Sumatera Utara (Sumut) tumbuh 7,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp332,6 triliun pada Juli 2026.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumut, Triyoga Laksito, mengatakan pertumbuhan kredit tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total aset perbankan yang mencapai 3,33 persen menjadi Rp371,1 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,29 persen menjadi Rp345,6 triliun.

"Artinya, fungsi intermediasi perbankan umum berjalan sesuai rencana. Perbankan tetap aktif menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat dalam situasi yang menurut banyak pihak challenging," kata Triyoga, Jumat (25/9/2026).

Menurut Triyoga, penyaluran kredit perbankan umum di Sumut diarahkan untuk mendukung rantai pasok ekonomi riil dari hulu hingga hilir. Sektor industri pengolahan menjadi penerima kredit terbesar dengan porsi 36,9 persen, disusul pertanian 23,7 persen dan perdagangan 20,2 persen.

"Ini menegaskan kelancaran proses, mulai dari barang ditanam di kebun, diolah di pabrik, hingga didistribusikan ke semua lapisan masyarakat," ujarnya.

Di tengah pertumbuhan kredit tersebut, kualitas pembiayaan perbankan umum di Sumut masih terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 1,96 persen, naik 4 basis poin secara tahunan, namun masih berada di bawah ambang maksimal 5 persen.

Sementara itu, indikator Loan at Risk (LaR), yang merupakan gabungan dari NPL, kredit kolektibilitas 2 atau dalam perhatian khusus, serta kredit restrukturisasi, tercatat 6,3 persen. Angka tersebut meningkat 16 basis poin secara tahunan.

"Rasio pembiayaan bermasalah di level rendah. OJK menilai kemampuan perbankan di Sumut memitigasi risiko kredit masih mumpuni dan terjaga dengan baik," kata Triyoga. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN