Kenaikan Pertamax Turbo dan Dexlite Tak Signifikan Pengaruhi Ekonomi Warga Toba

SPBU di Kecamatan Balige masih stabil pengisian bahan bakar. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo dan Pertamina Dexlite tidak terlalu berdampak terhadap harga bahan pokok maupun kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Toba.
Salah seorang warga Balige, P. Simanjuntak, yang sehari-hari menggunakan Pertamax untuk sepeda motornya, mengaku tidak terlalu terganggu karena jenis BBM yang digunakan tidak mengalami kenaikan.
“Untunglah hanya Pertamax Turbo dan Pertamina Dex yang naik, karena dua jenis ini lebih banyak digunakan kalangan menengah ke atas. Sementara Pertamax masih banyak digunakan masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, perubahan ekonomi masyarakat akan semakin sulit apabila BBM yang digunakan mayoritas masyarakat mengalami kenaikan, mengingat di Kabupaten Toba sebagian besar pengguna adalah pengguna BBM bersubsidi, seperti angkutan umum, kendaraan ekspedisi, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.
“Tingginya biaya transportasi tentu akan berdampak pada kenaikan harga-harga, terutama bahan pokok. Kondisi ekonomi saat ini sudah sulit, dan akan semakin berat jika pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran rumah tangga,” ucapnya.
Sementara itu, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Porsea, Riana, berharap harga BBM subsidi tidak ikut dinaikkan pemerintah karena dapat berdampak pada perekonomian keluarga, termasuk pemenuhan gizi anak.
“Saat ini saja pendapatan keluarga harus diatur ketat untuk kebutuhan rumah tangga, terutama gizi anak. Jika tidak terpenuhi dengan baik, tentu akan berdampak pada kualitas generasi ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, seorang sopir angkutan umum, Iwan, mengatakan jika BBM bersubsidi ikut naik, maka tarif transportasi juga akan meningkat dan berdampak pada masyarakat kecil.
“Kalau BBM subsidi naik, pasti ongkos juga naik. Yang terdampak itu pedagang, pekerja, dan anak sekolah. Termasuk ibu rumah tangga yang harus menambah uang saku anaknya ke sekolah,” katanya.
PREVIOUS ARTICLE
Minyakita Langka di Medan, Bulog Sumut Pertanyakan Alokasi 65 Persen Produksi PabrikanNEXT ARTICLE
Tiru Iran, Purbaya Mau Pajaki Selat MalakaBERITA TERPOPULER















