IHSG Dibuka Menguat 0,12% ke Level 6.392

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG naik 7,61 poin atau 0,12% ke level 6.392,22 pada pembukaan perdagangan. Beberapa menit setelah pasar dibuka, penguatan IHSG meningkat hingga 0,32% ke level 6.405.
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.392 hingga 6.408.
Sebanyak 282 saham tercatat menguat, 152 saham melemah, dan 235 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp133,20 miliar dengan volume perdagangan 249,87 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 25.197 kali.
Pergerakan pasar saham Indonesia hari ini turut dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik. Pelaku pasar mencermati perkembangan perang di Timur Tengah serta pergerakan pasar keuangan global.
Penguatan indeks-indeks utama Wall Street pada perdagangan sebelumnya, serta lonjakan harga Bitcoin, menjadi sentimen yang berpotensi menopang IHSG dan rupiah.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mulai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) September selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (23/9/2026). Keputusan suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan diumumkan pada Rabu.
Pengumuman tersebut menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti setelah dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September 2026. Konsensus pasar memperkirakan BI kembali mempertahankan BI Rate di level 5,75%.
Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diperkirakan tetap masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%.
Selain RDG BI, pelaku pasar juga mencermati penerapan aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas harga minimum saham serta pelantikan 14 pejabat Kementerian Keuangan.
Dari pasar aset kripto, harga Bitcoin kembali melonjak pada Senin dan sempat menembus US$86.349, level tertinggi sejak akhir Januari. Berdasarkan CoinMetrics, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$85.863 atau naik sekitar 5,8%.
Penguatan tersebut membuat investor kembali menilai prospek pasar aset kripto setelah periode penurunan harga yang dikenal sebagai "crypto winter".
Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, menilai periode tersebut telah berakhir dan pasar kripto memasuki fase yang disebutnya "crypto spring". Ia menilai fundamental industri kripto terus membaik, antara lain ditopang peningkatan aktivitas transaksi blockchain dan keterlibatan perusahaan besar seperti BlackRock.
Sementara itu, analis BTIG menyebut level US$75.000 menjadi area penting bagi Bitcoin. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, target berikutnya berada di US$90.000.
Di kawasan Asia, bursa saham bergerak beragam pada perdagangan Selasa setelah indeks-indeks utama Wall Street menguat tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan Wall Street antara lain didorong kenaikan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). (hm25/CNBC Indonesia)
PREVIOUS ARTICLE
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.860 per Dolar AS









































