Saturday, August 1, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai Merah Keriting di Balige Lampaui Porsea, Selisih Rp2.000 per Kilogram

Mistar.idSabtu, 1 Agustus 2026 pukul 14.11 WIB
harga_cabai_merah_keriting_di_balige_lampaui_porsea_selisih_rp2000_per_kilogram

Pengunjung membeli bahan pokok di warung milik Gilber yang berada di Pasar Porsea, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID – Harga cabai merah keriting di pasar tradisional Kecamatan Balige lebih mahal dibandingkan di Pasar Porsea, Kabupaten Toba, Sabtu (1/8/2026). Selisihnya mencapai Rp2.000 per kilogram.

Diketahui, harga cabai merah di Balige sebesar Rp45.000 per kilogram. Sedangkan di Porsea masih bertahan di Rp43.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan Mistar dalam sepekan terakhir, kondisi ini berbalik dari pekan sebelumnya. Saat itu, harga cabai merah keriting di Balige justru lebih rendah dibandingkan Porsea.

Salah seorang pedagang di Pasar Balige, K. Panjaitan, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi saat hari pekan (onan) pada Jumat (31/7/2026). Sebelum naik, cabai merah keriting dijual di kisaran Rp40.000 per kilogram.

"Penyebab naiknya harga karena dari petani dan pengepul harganya sudah naik. Otomatis kami sebagai pedagang menyesuaikan harga jual ke konsumen. Biasanya harga seperti ini bertahan sampai onan berikutnya," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Sementara itu, pedagang di Pasar Porsea, Gilber Aritonang, menilai perbedaan harga di kedua pasar merupakan hal yang lumrah.

Tingginya aktivitas jual beli di Pasar Balige membuat stok cabai lebih cepat habis sehingga pedagang harus kembali membeli pasokan baru dengan harga yang sudah naik.

"Di Pasar Porsea harga masih Rp43.000 per kilogram karena stok yang dijual masih dari onan hari Rabu yang lalu. Bisa saja pada onan berikutnya harga ikut naik, atau justru turun, tergantung harga dari petani dan pengepul," katanya.

Gilber menambahkan, kondisi harga cabai yang lebih murah di Porsea dibandingkan Balige sebenarnya jarang terjadi.

“Permintaan cabai di Balige umumnya lebih tinggi sehingga perputaran barang lebih cepat. Akibatnya, perubahan harga di Balige juga cenderung lebih cepat dibandingkan di Porsea,” tuturnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN