Harga Cabai Anjlok di Toba, Petani Menjerit: Jual Hanya Rp10 Ribu per Kg

Cabai rawit hijau yang dijual di pasar tradisional Toba. (foto:nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Hampir dua bulan harga cabai di Kabupaten Toba anjlok dan hal ini disesalkan oleh petani cabai yang ada di Desa Partor Janjimatogu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, sehingga mereka mengalami kerugian.
Warga Desa Partor Janjimatogu, Kecamatan Uluan, Bangun Manurung, mengatakan dirinya menjadi bingung dengan turunnya harga cabai sejak dua bulan terakhir, khususnya harga cabai rawit.
"Cabai rawit yang saya jual kepada pengepul dan pedagang per kilogram hanya dihargai Rp10.000, dan itu pun telah naik Rp2.000 dari sebulan yang lalu, di mana harga penjualan petani sempat di harga Rp8.000 per kilogram," ujar Bangun, Sabtu (25/4/2026).
Menurut dia, dengan harga sedemikian rendahnya, dipastikan setiap petani cabai mengalami kerugian, sebab untuk menjadi petani cabai membutuhkan perawatan yang intens, baik tenaga maupun waktu, terlebih dalam modal untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida.
"Saya tidak dapat membayangkan kerugian yang dialami teman petani lainnya, yang menggunakan pupuk kimia dengan kondisi mahalnya harga pupuk saat ini. Sedangkan saya yang melakukan pemupukan dengan pupuk organik yang saya olah sendiri, dampak kerugian yang saya alami sudah cukup membebani," ucapnya.
Akibat dari rendahnya harga cabai, Bangun memberikan saran kepada pemerintah untuk menetapkan harga standar terendah pembelian dari petani agar dapat menyeimbangkan dampak kerugian dari pertani cabai.
"Seperti standar harga untuk gabah padi sudah ada ketentuan dari pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram dan jagung juga sebesar Rp5.500 per kilogram. Andai untuk cabai dilakukan, maka kecil kemungkinan petani cabai mengalami stres karena harga cabai anjlok," tuturnya. (hm27)























