Harga Bahan Pokok di Pasar Pangururan Fluktuatif Mei 2026, Cabai dan Ikan Kembung Naik Signifikan

Aktivitas di Pasar Pangururan, Rabu (20/5/2025). (Foto: Pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir mengalami fluktuasi sepanjang periode akhir April hingga 20 Mei 2026. Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan, terutama cabai rawit hijau, ikan kembung, dan tomat.
Berdasarkan data daftar harga bahan pokok bulan Mei 2026, pemantauan dilakukan pada empat tanggal, yakni 29 April 2026, 6 Mei 2026, 13 Mei 2026, dan 20 Mei 2026. Hasilnya menunjukkan adanya tren naik dan turun pada beberapa komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Komoditas tomat mengalami kenaikan harga paling mencolok. Pada 29 April 2026, harga tomat masih berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp18.000 pada 6 Mei, Rp18.000 pada 13 Mei, dan melonjak hingga Rp25.000 per kilogram pada 20 Mei 2026, atau naik Rp7.000.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau. Harga yang semula Rp20.000 per kilogram pada 6 dan 13 Mei, meningkat menjadi Rp28.000 per kilogram pada 20 Mei 2026, atau naik Rp8.000 dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, ikan kembung turut mengalami kenaikan harga. Pada 29 April hingga 13 Mei 2026, harga bertahan di angka Rp55.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp60.000 per kilogram pada 20 Mei 2026, atau naik Rp5.000.
Sementara itu, minyak goreng kemasan merek Minyakita juga menunjukkan fluktuasi. Harga pada 29 April 2026 sebesar Rp15.700 per liter, turun menjadi Rp16.000 pada 6 dan 13 Mei, lalu naik kembali menjadi Rp17.000 per liter pada 20 Mei 2026, atau mengalami kenaikan Rp1.000 dari periode sebelumnya.
Sebaliknya, beberapa komoditas terpantau stabil tanpa perubahan harga selama periode pemantauan. Di antaranya beras medium yang tetap di kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, serta telur ayam ras yang konsisten di harga Rp27.733 per kilogram.
Komoditas lain seperti daging ayam broiler juga relatif stabil, dengan harga berkisar Rp45.000 hingga Rp43.000 per kilogram pada pertengahan hingga akhir Mei. Begitu pula dengan bawang merah lokal yang sempat naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, kemudian stabil hingga 20 Mei 2026.
Di sisi lain, terdapat komoditas yang justru mengalami penurunan, seperti minyak goreng premium yang sempat turun Rp1.000 sebelum kembali naik di akhir periode pemantauan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, mengatakan fluktuasi harga bahan pokok merupakan hal yang wajar terjadi, terutama dipengaruhi oleh distribusi dan ketersediaan pasokan di pasar.
Elman menjelaskan, kenaikan harga pada komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat umumnya dipicu oleh faktor cuaca serta terganggunya jalur distribusi dari daerah pemasok.
“Kita melihat pasokan dari luar daerah sedikit terganggu, sehingga memengaruhi harga di tingkat pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan tidak terjadi lonjakan yang tidak terkendali.
Pemerintah daerah, kata dia, juga berupaya berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
























