Kisah Pilu Keluarga Korban Kecelakaan Sibolangit, Orang Tua Tewas Saat Antar Anak Kuliah

Suasana di Ruang Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP H Adam Malik Medan bersama keluarga Roma Sitinjak. (Foto: Berry/Mistar).
Medan, MISTAR.ID – Suasana duka menyelimuti Ruang Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP H Adam Malik Medan setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan tujuh kendaraan di Jalan Lintas Medan-Berastagi, Jumat (17/7/2026) pagi.
Duka mendalam dirasakan Roma Sitinjak (21). Enam dari 12 korban kecelakaan tersebut merupakan anggota keluarganya yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju Medan.
Roma yang bekerja di Hillpark dan sedang libur mendapat informasi dari rekan-rekannya mengenai kecelakaan besar yang melibatkan sejumlah kendaraan.
"Saya dapat kabar dari teman yang bekerja di Hillpark, ada kejadian kecelakaan parah sekali. Salah satu teman saya yang kerja di Hillpark membuat story (unggahan media sosial) tentang kejadian kecelakaan," ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (17/7/2026) malam.
Roma kemudian melihat unggahan tersebut dan mengenali sebuah mobil berwarna merah yang dikemudikan Pebrianto Siburian.
Tak lama kemudian, ia menyadari mobil berwarna hitam yang ditumpangi orang tuanya juga berada di lokasi kejadian. Roma pun segera menghubungi anggota keluarga lainnya.
"Terus aku berada di rumah (Medan) kasih tahu keluarga. Aku bilang sama abang maupun tante. Sadar ada mobil hitam (berisi keluarga) dan langsung tanya keberadaan orang tua dan abang," ucapnya.
Ia mengatakan rekan kerjanya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi keluarganya. Dari informasi yang diterima, Five Sitinjak (11) dan Gabe Roida Sitinjak (18) dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan.
Sementara itu, Raden, kakaknya, bergegas menuju lokasi setelah mengetahui Pebrianto Siburian mengalami kecelakaan. Di sana, ia mendapat kabar kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
"Ditelepon sama Bang Raden kalau mamak (Dinaria Manik, 60) sudah enggak ada, sama bapak (Heppi Sitinjak, 60). Kami satu keluarga ada delapan bersaudara, ditambah orang tua jadi 10 orang," tuturnya.
Anak keempat dari delapan bersaudara itu menceritakan, keluarganya berangkat dari Sidikalang untuk mengantar adiknya, Gabe Roida Sitinjak, ke Medan agar melanjutkan perjalanan dengan Bus Rapi menuju Jambi. Gabe akan memulai kuliah di Universitas Jambi, Jurusan Perpajakan.
Roma mengatakan Five Sitinjak hingga kini belum sadarkan diri. Sementara Rinto Sitinjak dan Gabe Roida Sitinjak telah sadar dan masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP H Adam Malik Medan.
Ia mengaku sebenarnya juga berencana mengantar Gabe ke loket Bus Rapi. Bahkan, ia sengaja mengambil cuti pada hari itu dan sedang menunggu jemputan.
Dengan raut wajah pucat, Roma mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum musibah itu terjadi. Ia mengatakan masih sempat berbincang dan bercanda melalui telepon dengan Gabe sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kedua orang tuanya juga masih terdengar tertawa.
Sehari-hari, almarhum Heppi Sitinjak dan Dinaria Manik bekerja di ladang di Sidikalang.
Rencananya, jenazah kedua orang tuanya akan dimakamkan di Dusun II Juma Gunung, Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.
PREVIOUS ARTICLE
Pengamat Soroti Salam Komando Kapolri dan Jaksa Agung, Ingatkan Profesionalisme Penanganan Korupsi






















