Friday, July 17, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Profil Serda Hengki Noto Susanto, Prajurit TNI yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi Madiun

Mistar.idJumat, 17 Juli 2026 pukul 15.06 WIB
profil_serda_hengki_noto_susanto_prajurit_tni_yang_gugur_dalam_ledakan_gudang_amunisi_madiun

Bunga papan turut berdukacita atas meninggalnya Serda Hengki Noto Susanto, Prajurit TNI yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi Madiun. (foto:lentera/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID, (17/7/2026) – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Serda Hengki Noto Susanto, prajurit TNI Angkatan Darat yang meninggal dunia dalam insiden ledakan Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan TNI AD di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Di balik kabar duka tersebut, tersimpan kisah pengabdian panjang seorang prajurit yang sejak remaja telah bercita-cita menjadi tentara. Bagi keluarga, Hengki dikenal sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan bertanggung jawab terhadap keluarga maupun tugas negara.

Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat tentang pengorbanan yang dijalani prajurit TNI dalam menjalankan tugas.

Cita-cita Menjadi Tentara Sejak Bangku SMA

Menjadi anggota TNI merupakan impian yang telah ditanamkan Serda Hengki sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Menurut keluarga, cita-cita tersebut terus diperjuangkannya hingga akhirnya berhasil bergabung dengan TNI AD. Pilihan menjadi tentara bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup yang telah ia siapkan sejak usia muda.

Ketekunan dan komitmennya mengantarkan Hengki menjalani karier militer selama bertahun-tahun, termasuk sejumlah penugasan di wilayah strategis Indonesia.

Rekam Jejak Pengabdian: Hampir 15 Tahun Bertugas di Papua

Salah satu bagian penting dalam perjalanan dinas Serda Hengki adalah masa tugasnya di Timika, Papua.

Sebelum dipindahtugaskan ke Madiun, ia tercatat menjalani penugasan selama hampir 15 tahun di wilayah tersebut. Pengalaman panjang itu menunjukkan dedikasi dan kepercayaan yang diberikan institusi kepadanya untuk bertugas di daerah dengan tantangan operasional yang tidak ringan.

Selama bertugas di Papua, Hengki juga didampingi istri dan kedua anaknya. Kehadiran keluarga menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya jauh dari kampung halaman.

Sekitar dua tahun lalu, ia kemudian dipindahtugaskan ke Madiun dan bertugas di lingkungan Gudang Pusat Munisi TNI AD.

Sosok yang Dekat dengan Keluarga

Di mata keluarga, Serda Hengki dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan mudah bergaul.

Meski menjalani tugas sebagai prajurit, komunikasi dengan keluarga tetap terjaga dengan baik. Bahkan, sekitar tiga hari sebelum insiden terjadi, Hengki masih sempat bertemu dengan ibu kandungnya.

Pertemuan itu kini menjadi salah satu kenangan terakhir yang tersisa bagi keluarga. Tidak ada firasat khusus yang dirasakan oleh ibu, istri, maupun saudara-saudaranya sebelum kabar duka datang.

Kedekatan dengan keluarga menjadi salah satu sisi yang paling dikenang dari sosok Hengki selama hidupnya.

Meninggalkan Istri dan Dua Anak

Kepergian Serda Hengki meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih membutuhkan sosok ayah dalam masa pertumbuhan mereka. Anak sulungnya diketahui masih duduk di kelas VI sekolah dasar, sementara anak keduanya masih berusia PAUD.

Bagi keluarga, kehilangan tersebut menjadi pukulan berat. Hengki merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan selama ini dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap keluarga.

Kronologi Singkat Ledakan Gudang Munisi di Madiun

Insiden ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan TNI AD di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (16/7/2026) pagi.

Akibat kejadian tersebut, Serda Hengki Noto Susanto meninggal dunia, sementara sejumlah anggota TNI lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan dan investigasi pihak berwenang.

Pengabdian yang Berakhir Saat Menjalankan Tugas

Kisah hidup Serda Hengki Noto Susanto menggambarkan perjalanan seorang prajurit yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara.

Dari cita-cita masa SMA, penugasan panjang di Papua selama hampir 15 tahun, hingga tugas terakhirnya di Madiun, Hengki menjalani profesinya dengan dedikasi tinggi.

Bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya, ia akan dikenang bukan hanya sebagai anggota TNI, tetapi juga sebagai suami, ayah, anak, dan saudara yang sederhana serta bertanggung jawab.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, sekaligus menjadi simbol pengorbanan seorang prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.

Fakta Menarik Serda Hengki Noto Susanto

1. Bercita-cita menjadi tentara sejak masih SMA.

2. Menghabiskan hampir 15 tahun masa tugas di Timika, Papua.

3. Dipindahtugaskan ke Madiun sekitar dua tahun sebelum insiden.

4. Sempat bertemu ibu kandungnya tiga hari sebelum kejadian.

5. Dikenal keluarga sebagai sosok sederhana dan bertanggung jawab.

6. Meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih berusia sekolah.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN