Friday, July 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Ayam di Pematangsiantar Tembus Rp32 Ribu, Warga Keluhkan Pasokan Diduga Tersedot Program MBG

Mistar.idJumat, 15 Mei 2026 pukul 14.41 WIB
harga_ayam_di_pematangsiantar_tembus_rp32_ribu_warga_keluhkan_pasokan_diduga_tersedot_program_mbg

Pedagang ayam di Pasar Dwikora. (foto:abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Tren harga kebutuhan pokok di pasar tradisional kembali bergejolak. Memasuki pertengahan Mei, harga daging ayam ras di Pasar Tradisional Dwikora dilaporkan melambung hingga menyentuh angka Rp32.000 per kilogram pada Jumat (15/5/2026).

Kenaikan signifikan ini memicu keluhan dari para konsumen yang mulai merasakan tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir.

Keresahan warga bukan tanpa alasan. Guntur, salah seorang pembeli di Pasar Dwikora, mengungkapkan kebingungannya atas perubahan harga yang terlampau cepat.

“Harga daging ayam sekarang mahal sekali. Sebelumnya sempat di angka Rp38 ribu, lalu jatuh ke Rp28 ribu. Eh, baru sebentar turun, sekarang merangkak naik lagi ke Rp32 ribu, bahkan ada yang lebih. Sangat tidak stabil,” keluh Guntur kepada Mistar.id, Jumat (15/5/2026).

Hal senada disampaikan Watisu. Baginya, kenaikan harga ayam menambah beban dapur di tengah naiknya harga komoditas lainnya.

“Sekarang semua serba mahal. Ditambah lagi daging ayam juga ikut-ikutan mahal, harganya sudah tembus Rp32 ribu. Kita sebagai rakyat kecil merasa makin berat,” tuturnya.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, kenaikan harga ini diduga kuat dipicu kelangkaan pasokan di tingkat peternak. Munculnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam skala besar ditengarai menjadi faktor utama.

Para pedagang menyebutkan sebagian besar produksi dari para peternak kini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan program MBG tersebut. Akibatnya, pasokan untuk pasar tradisional menjadi terbatas.

Kondisi ini membuat masyarakat berharap banyak pada intervensi pemerintah daerah maupun pusat. Stabilitas harga pangan menjadi kunci utama agar daya beli masyarakat tidak semakin merosot.

“Kita sangat berharap pemerintah segera menstabilkan harga di pasaran. Jangan sampai pasokan untuk pasar dikorbankan. Harus ada keseimbangan antara program pemerintah dan kebutuhan harian warga di pasar,” tutur Guntur.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari dinas terkait, baik dalam bentuk operasi pasar maupun koordinasi distribusi dengan pihak peternak guna menekan harga kembali ke angka normal. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN