Dulu Pusat Logistik Sawit, Kini Stasiun Tanjungbalai Tumpuan Mobilitas Penumpang Menuju Medan

Suasana aktivitas penumpang di peron Stasiun Tanjungbalai. (Foto: Dokumentasi PT KAI Divre I Sumut)
Medan, MISTAR.ID
Dari pusat distribusi hasil perkebunan, Stasiun Tanjungbalai kini menjelma menjadi simpul utama mobilitas masyarakat di pesisir timur Sumatera Utara (Sumut). Perubahan fungsi ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penumpang hingga 7 persen pada awal 2026, seiring peran barunya sebagai andalan transportasi darat menuju Medan.
Plt Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan stasiun ini memiliki akar sejarah yang kuat sebagai penggerak ekonomi komoditas. Pada masa jayanya, Stasiun Tanjungbalai merupakan titik krusial bagi pengiriman hasil bumi dari Kabupaten Asahan.
Secara historis, posisi strategis stasiun ini tidak lepas dari melimpahnya produksi perkebunan di wilayah sekitarnya. Jalur rel kereta api di sini dibangun khusus untuk mengangkut hasil alam dalam jumlah besar.
“Stasiun Tanjungbalai dahulu memegang peran vital sebagai pusat distribusi hasil perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet dari wilayah Kabupaten Asahan. Komoditas unggulan ini diangkut melalui kereta api menuju Pelabuhan Teluk Nibung sebelum akhirnya dipasarkan ke pasar global,” kata Anwar, Minggu (26/4/2026).
Meskipun fungsi logistik tersebut kini telah bergeser seiring perubahan zaman, KAI tetap menjaga nilai sejarah tersebut sambil melakukan modernisasi untuk melayani penumpang.
Saat ini, Stasiun Tanjungbalai telah bertransformasi menjadi tumpuan utama perjalanan darat masyarakat menuju Medan.
Data triwulan pertama tahun 2026 (Januari hingga Maret) mencatat sebanyak 60.233 pelanggan telah menggunakan jasa KA Putri Deli, naik dari 56.365 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Tren lonjakan penumpang ini tercatat sangat signifikan dalam lima tahun terakhir, yaitu 2021 sebanyak 62.603 penumpang, 2022 sebanyak 122.401 penumpang, 2023 sebanyak 224.871 penumpang, 2024 sebanyak 234.931 penumpang, dan 2025 sebanyak 249.269 penumpang.
Baca Juga: Tiket Kereta ke Stadion Piala Dunia 2026 Tembus Rp2,4 Juta, Kebijakan NJ Transit Tuai Kritik
Untuk menampung tingginya minat masyarakat, KAI mengoperasikan tiga jadwal KA Putri Deli setiap hari (08.15 WIB, 12.35 WIB, dan 19.40 WIB).
Selain memudahkan urusan bisnis dan pendidikan, kehadiran kereta api ini juga memicu pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor wisata kuliner kerang yang menjadi ciri khas Tanjungbalai.
Peningkatan ini turut didukung dengan fasilitas stasiun yang semakin nyaman, mulai dari area parkir yang luas hingga musala berpendingin udara (AC).
“Transformasi ini memperkuat posisi Stasiun Tanjungbalai sebagai penggerak ekonomi di pesisir timur Sumut, memastikan warisan sejarahnya sebagai jalur distribusi perkebunan tetap hidup dalam bentuk layanan mobilitas modern,” ucap Anwar. (hm25)
BERITA TERPOPULER






















